Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TNI AU Dapat Tambahan 6 Jet Tempur T-50i, Beli Korsel Senilai Rp3,4 T

TNI AU Dapat Tambahan 6 Jet Tempur T-50i, Beli Korsel Senilai Rp3,4 T
Pesawat T-50i buatan Korean Aerospace Industries (KAI) yang dikirim ke Indonesia. (Dok. Korean Aerospace Industries)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Korea Selatan menuntaskan pengiriman enam jet tempur T-50i tambahan ke Indonesia pada Juli 2026, melengkapi kontrak pembelian yang diteken Kementerian Pertahanan sejak 2021.
  • Dua unit pertama tiba di Indonesia Februari 2026 dan disimpan di Lanud Iswahjudi, Madiun, untuk perakitan ulang serta pemeriksaan teknis sesuai prosedur resmi dan aman.
  • Jet T-50i digunakan TNI AU sebagai pesawat latih transisi menuju F-16, dengan total armada kini mencapai 22 unit guna memperkuat kapasitas pelatihan pilot tempur nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perusahaan dirgantara Korea Aerospace Industries (KAI) mengatakan telah menuntaskan pengiriman enam jet tempur T-50i tambahan kepada TNI Angkatan Udara (AU). Pengiriman jet tempur keenam itu sudah dilakukan pada Kamis, 16 Juli 2026.

Dengan demikian, Korsel telah memenuhi isi kontrak yang diteken Kementerian Pertahanan pada Juli 2021. Ketika itu, kontrak diteken Presiden Prabowo Subianto, saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

"Maka, total jet tempur T-50i yang dimiliki oleh Indonesia mencapai 22. Pengiriman ke Indonesia sudah dimulai sejak Februari 2026," demikian yang dilaporkan media Korsel, Korea Herald, dikutip pada Senin (20/7/2026).

Berdasarkan informasi dari otoritas di Korsel, Indonesia kali pertama meneken kontrak pembelian 16 jet tempur T-50i pada 2011. Indonesia menjadi negara asing pertama yang membeli jet tempur yang digunakan pesawat latih itu. Pemesan enam tambahan jet tempur menjadikan total jet tempur T-50i yang dimiliki menjadi 22 unit.

1. Jet tempur T-50i disimpan di Lanud Iswahjudi

TNI AU Dapat Tambahan 6 Jet Tempur T-50i Baru dari Korea Selatan
Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi memimpin inspeksi pengadaan enam unit jet tempur T-50i di Korean Aerospace Industries di Korea Selatan. (Dok. TNI AU)

Sementara, Kementerian Pertahanan menyebut dua unit jet tempur latih T-50i sudah tiba di Indonesia pada Februari 2026. Dua jet tempur itu kemudian disimpan di Lanud Iswahjudi, Madiun. Pesawat latih itu dikirim menggunakan kargo udara dari Negeri Ginseng.

"Dapat kami sampaikan bahwa saat ini telah tiba dua unit pesawat T-50i yang dikirimkan melalui kargo udara dari Korea Selatan ke Lanud Juanda," ungkap Kepala Biro Informasi Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait ketika dikonfirmasi pada Rabu, 18 Maret 2026.

Usai tiba di Sidoarjo, Rico menyebut, dua pesawat tempur itu dikirim ke Lanud Iswahjudi di Madiun, Jawa Timur. Di sana, pesawat akan menjalani perakitan ulang dan tahapan teknis lanjutan sesuai prosedur. Jenderal bintang satu itu memastikan proses pengiriman dua jet tempur itu melalui mekanisme resmi dan aman.

"Seluruh proses logistik dan pemindahan alutsista dilakukan melalui mekanisme resmi, aman, serta sesuai ketentuan yang berlaku," tutur dia.

Pernyataan itu disampaikan untuk menjelaskan video yang viral di media sosial yang memperlihatkan dua truk trailer yang diduga mengangkut pesawat tempur T-50i. Kedua truk tersebut melintas di sebuah jalan sambil membawa pesawat yang ditutup kain hitam. Iring-iringan itu juga dikawal mobil polisi militer.

2. Pengembangan pembelian jet tempur T-50i diawasi langsung Wakasau

TNI AU Dapat Tambahan 6 Jet Tempur T-50i Baru dari Korea Selatan
Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi memimpin inspeksi pengadaan enam unit jet tempur T-50i di Korean Aerospace Industries di Korea Selatan. (Dok. TNI AU)

Lebih lanjut, dua pesawat T-50i itu akan digunakan sebagai pesawat latih oleh TNI Angkatan Udara (AU). Pesawat tersebut merupakan bagian dari pengadaan alutsista pada 2025. Total ada enam jet tempur yang dibeli Kemhan pada 2025. Nilai kontrak dari pembelian enam jet tempur T-50i mencapai 240 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp3,4 triliun.

Perkembangan pembelian jet tempur latih ini diawasi langsung oleh Wakil Kepala Staf TNI AU (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi.

"Kegiatan ini dilaksanakan untuk meninjau langsung perkembangan pengadaan enam unit pesawat T-50i yang nantinya akan memperkuat TNI AU," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana di dalam keterangan tertulis, 30 September 2025.

3. Jet tempur T-50i digunakan untuk berlatih sebelum gunakan jet F-16

TNI AU Dapat Tambahan 6 Jet Tempur T-50i Baru dari Korea Selatan
Dua pesawat T-50 Golden Eagle dan satu F-16 Fighting Falcon bakal ikut demo HUT ke-77 TNI Angkatan Udara. (www.instagram.com/@militer.udara)

T-50i Golden Eagle dikembangkan KAI dengan bantuan produsen jet tempur AS, Lockheed Martin, sebagai salah satu jet dengan kemampuan serang yang ringan.

Peneliti pertahanan dan militer senior Marapi Consulting & Advisory, Beni Sukadis, mengatakan T-50i telah menjadi bagian dari skuadron TNI sejak 2013. Oleh angkatan udara Indonesia, jet ini digunakan untuk melatih para pilot agar dapat menerbangkan pesawat tempur F-16.

"Sebagai pesawat latih, sudah cukup memadai untuk transisi ke pesawat F-16. T-50i memiliki kemampuan membawa senjata, tapi senjata ringan, yaitu kanon ukuran kecil 20 mm, misil air to intercept (AIM) jarak menengah, juga bom cluster," ungkap Beni pada 2021.

Beni menilai, rencana penambahan enam armada T-50i bagi TNI AU sudah cukup untuk menyokong pengembangan kapasitas personel.

“Untuk jumlah pesawat latih, saya pikir itu masih cukup," tutur dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More