Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemhan: Prajurit TNI Tewas di Lebanon Saat Saling Serang Artileri
Potret bendera Lebanon (pexels.com/Ali Marouni)
  • Satu prajurit TNI gugur dan tiga lainnya luka akibat serangan artileri di Lebanon Selatan saat menjalankan misi perdamaian UNIFIL.
  • Kemhan dan Kemlu RI mengonfirmasi insiden terjadi di tengah saling serang artileri antara militer Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
  • Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita, menghormati dedikasi prajurit gugur, serta bekerja sama dengan UNIFIL untuk repatriasi jenazah dan perawatan korban luka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait menginformasi meninggalnya satu prajurit TNI di Lebanon Selatan. Prajurit itu merupakan pasukan penjaga perdamaian yang sedang menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dalam penyerangan itu, tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka.

"Kami mengonfirmasi adanya insiden di area penugasan UNIFIL Lebanon akibat eskalasi situasi keamanan. Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata dia dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

Rico menjelaskan, insiden itu terjadi di saat terjadinya saling serang artileri.

"Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," imbuh dia.

Sebelumnya, Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang juga mengonfirmasi kasus meninggalnya prajurit TNI tersebut.

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr,” kata dia dalam pesan singkat kepada IDN Times.

Insiden berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan dan laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Dalam pernyataannya, pemerintah menegaskan rasa kehilangan atas gugurnya personel tersebut.

“Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” ujar Yvonne.

Pemerintah juga menyampaikan simpati kepada keluarga korban serta mendoakan pemulihan bagi personel yang terluka. Indonesia saat ini bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat segera dilakukan, sekaligus menjamin perawatan medis terbaik bagi korban luka.

Editorial Team