Indonesia Kecam Serangan yang Gugurkan Personel TNI di Lebanon

- Indonesia mengecam keras serangan di Lebanon selatan yang menewaskan personel penjaga perdamaian PBB asal Indonesia dalam misi UNIFIL.
- Pemerintah mendesak penyelidikan transparan, menegaskan pentingnya menghormati keselamatan peacekeeper sesuai hukum internasional, serta menyerukan penghentian serangan dan penahanan diri semua pihak.
- Indonesia berkoordinasi dengan PBB untuk repatriasi jenazah dan perawatan korban luka, sambil memantau situasi Lebanon secara intensif.
Jakarta, IDN Times - Indonesia mengecam keras serangan yang menyebabkan gugurnya personel penjaga perdamaian PBB asal Indonesia di Lebanon selatan. Personel ini bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Indonesia mendesak dilakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan. Pemerintah menegaskan, keselamatan personel penjaga perdamaian PBB harus dihormati sepenuhnya sesuai hukum internasional.
“Setiap tindakan yang membahayakan peacekeeper tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang dalam pesan singkat kepada IDN Times, Senin (30/3/2026).
Indonesia juga kembali menyerukan agar seluruh pihak menahan diri, menghormati kedaulatan Lebanon, serta menghentikan serangan yang membahayakan warga sipil dan infrastruktur. Pemerintah menekankan pentingnya kembali ke jalur dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Saat ini, Indonesia terus berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan otoritas terkait, serta memantau perkembangan situasi di Lebanon secara intensif.
Yvonne mengatakan, pemerintah juga menyampaikan simpati kepada keluarga korban serta mendoakan pemulihan bagi personel yang terluka. Indonesia saat ini bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat segera dilakukan, sekaligus menjamin perawatan medis terbaik bagi korban luka.
Diberitakan, seorang personel penjaga perdamaian PBB asal Indonesia tewas dalam serangan di Lebanon selatan.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.


















