Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

19 Hektare Lahan Terbakar di 3 Kabupaten dalam Sehari

19 Hektare Lahan Terbakar di 3 Kabupaten dalam Sehari
Personil gabungan memadamkan api yang membakar 3.25 hektare di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow.)
  • Karhutla melanda tiga kabupaten dalam sehari, 18 Agustus 2026, dengan total 19,75 hektare lahan terbakar di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur.
  • Kebakaran terbesar menghanguskan 15 hektare di Tojo Una-Una; api masih terlihat dan angin kencang. BPBD serta tim gabungan melakukan koordinasi, pemadaman, dan pencegahan perluasan.
  • BNPB mengimbau warga tidak membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan, serta meminta pemda mengaktifkan Satgas Karhutla, menyiapkan sumber air, dan patroli rutin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemutakhiran data kejadian serta penanganan yang dilakukan pemerintah daerah setempat, selama 18-19 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.

Dari laporan BNPB terbaru tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di Tanah Air. Ada tiga lahan terbakar di tiga kabupaten selama sehari.

  1. 1. Lahan seluas 3,25 ha terbakar di Bolaang Mongondow dan 15 ha juga di Kabupaten Tojo Una-Una

    Personil gabungan memadamkan api yang membakar 3.25 hektare di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (18/8/2026). (Do
    Personil gabungan memadamkan api yang membakar 3.25 hektare di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow.)

    Karhutla pertama melanda Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 10.30 WITA. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Inobonto I, Kecamatan Bolaang, dan Desa Buntalo, Desa Dulangon, Desa Solog serta Desa Sauk di wilayah Kecamatan Lolak. Tercatat lahan seluas 3,25 hektare dilalap si jago merah.

    BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow mengerahkan personel untuk segera berkoordinasi lintas instansi, dan melakukan upaya penanganan serta pemadaman.

    Masih di hari yang sama, lahan seluas 15 hektare juga hangus terbakar di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, pada pukul 20.00 WITA. Peristiwa ini terjadi di Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete.

    "BPBD Kabupaten Tojo Una-Una melakukan koordinasi dengan seluruh instansi terkait, untuk segera lakukan upaya pemadaman dan pencegahan, agar api tidak semakin meluas ke pemukiman warga," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).

    "Kondisi terkini yang dilaporkan bahwa api masih terlihat dan kondisi angin di lokasi sangat kencang," sambungnya.

  2. 2. Lahan 1,5 hektare terbakar di Kabupaten Trenggalek

    Personil gabungan memadamkan api yang membakar 3.25 hektare di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (18/8/2026). (Do
    Personil gabungan memadamkan api yang membakar 3.25 hektare di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow.)

    Berikutnya, karhutla terjadi di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, pada pukul 18.30 WIB. Lokasi terdampak antara lain Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan. Akibat peristiwa ini dilaporkan lahan yang terbakar mencapai 1,5 hektare.

    "Tim gabungan langsung menuju lokasi terdampak guna melakukan pemadaman dan pencegahan agar si jago merah tidak menjalar ke pemukiman warga di sekitanya," kata Berton.

  3. 3. BNPB imbau masyarakat dan pemda meningkatkan kewaspadaan potensi karhutla

    Personil gabungan memadamkan api yang membakar 3.25 hektare di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (18/8/2026). (Do
    Personil gabungan memadamkan api yang membakar 3.25 hektare di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow.)

    BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

    "Hindari pembakaran lahan dengan cara membakar, jangan membuang puntung rokok sembarangan di area hutan dan lahan kering, serta segera laporkan kepada petugas apabila melihat titik api," kata dia.

    BNPB juga mengimbau agar pemerintah daerah mengaktifkan Satgas Karhutla, menyiapkan sumber air, serta melakukan patroli rutin di wilayah rawan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More