Jakarta, IDN Times - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyoroti insiden keracunan massal menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali terjadi. Laporan terbaru insiden keracunan massal datang dari SMAN 6 Kota Solo, Jawa Tengah. Jumlah korban mencapai 175 siswa.
Sebelumnya, sebanyak 730 anak yang di Sidoarjo juga menjadi korban keracunan MBG pada Selasa, 1 September 2026. Mayoritas korban merupakan santri dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam. JPPI menilai, keracunan MBG yang masih terjadi menandakan evaluasi MBG yang diklaim sudah dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) telah gagal total.
"Kalau setelah libur panjang, setelah evaluasi, dapur ditutup, kasus keracunan justru kembali marak, maka kita harus berani mengatakan evaluasinya telah gagal total! Pemerintah jangan terus berlindung di balik kata evaluasi. Sementara anak-anak sudah keracunan, masuk puskesmas dan rumah sakit," ungkap Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, dalam keterangan pada Kamis (3/9/2026).
Ia menambahkan, evaluasi yang tidak mengubah tata kelola hanya menjadi ritual birokrasi setelah korban berjatuhan.
