Jakarta, IDN Times - Di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK), kisah tentang pendidikan tak lagi hanya bicara kampus megah atau ambisi menjadi world class university. Ada cerita lain yang lebih sunyi, tentang dosen muda bergelar doktor yang harus menghitung ulang mimpi karena gaji tak cukup untuk sekadar menyewa rumah.
Cerita itu disampaikan Ketua Umum Melbourne Bergerak, Ulya Niami Jamson, saat menjadi pihak terkait dalam sidang pengujian Undang-Undang Guru dan Dosen di MK, Senin (25/5/2026). Ulya membawa kisah seorang dosen yang namanya disamarkan sebagai Libra di depan majelis hakim. Seorang laki-laki berusia 37 tahun yang tengah menuntaskan pendidikan doktoralnya di salah satu universitas ternama di Melbourne, Australia.
