Jakarta, IDN Times - Sejumlah lembaga sosial masyarakat (LSM) yang tergabung di dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengkritisi pelibatan tentara dalam pengamanan aksi demo Rabu (28/10/2026). Momen itu salah satunya terekam kamera ketika prajurit TNI menghadang mahasiswa yang bergerak dari Halte Transjakarta Tosari menuju ke Patung Selamat Datang di Bunderan Hotel Indonesia.
Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur melihat prajurit TNI ditempatkan di sejumlah titik aksi di sekitar Bunderan Hotel Indonesia, gang-gang dan beberapa titik aksi demonstrasi di Jakarta sejak pagi. Menurut Isnur, penempatan prajurit TNI di tengah aksi penyampaian pendapat di muka umum menyebabkan kekhawatiran terhadap semakin kaburnya antara fungsi pertahanan negara dan keamanan di dalam negeri.
"Kehadiran aparat militer di ruang sipil terlebih dalam situasi penyampaian pendapat dan kritik di muka umum, berisiko menciptakan intimidasi serta mempersempit ruang kebebasan sipil," ungkap Isnur di dalam keterangan pada hari ini.
Padahal, salah satu dari isi lima tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tajuk #IndonesiaSadar, berisi desakan agar militerisasi disetop di ruang hukum.
