Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Portugal Investigasi Dugaan Aksi Kekerasan Polisi Terhadap Demonstran

2 min read
Portugal Investigasi Dugaan Aksi Kekerasan Polisi Terhadap Demonstran
ilustrasi bendera Portugal (pexels.com/cruz-in-portugal)
  • IGAI dan Kejaksaan Portugal menyelidiki dugaan kekerasan polisi saat pembongkaran paksa tenda demonstran di Lisbon dan Porto, menyusul laporan pemukulan, pengerahan anjing, serta penangkapan.
  • Operasi pengusiran terkait protes biaya hidup dan sewa rumah dilaporkan melukai 50 orang serta menangkap 33 demonstran, sementara Menteri Dalam Negeri menyebut tindakan polisi proporsional.
  • Partai Sosialis, Amnesty International, dan Algarve em Resistencia mengecam tindakan polisi; kelompok Algarve juga mendesak pemerintah menetapkan darurat sosial dan Perdana Menteri Luis Montenegro mundur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Administrasi Inspeksi Internal Portugal (IGAI) dan Kantor Kejaksaan Portugal membuka investigasi kepada polisi pada Senin (26/10/2026). Pembukaan investigasi ini mengenai pembongkaran paksa tenda dan aksi kekerasan kepada demonstran di Lisbon dan Porto.  

Pada akhir pekan lalu, demonstran sudah mendirikan tenda di Lisbon dan Porto sebagai bentuk protes atas kenaikan biaya hidup dan sewa rumah. Namun, polisi membubarkan tenda mereka secara paksa dengan pukulan dan mengerahkan anjing pada tengah malam. 

  1. 1. Investigasi untuk mengungkap aksi polisi yang sebenarnya

    Polisi Portugal.
    Polisi Portugal. (unsplash.com/pvcsilva)

    IGAI mengatakan bahwa pembukaan investigasi ini menyusul munculnya berita dan gambar pembongkaran paksa oleh polisi. Investigasi ini diharapkan dapat mengungkap bagaimana aksi polisi yang sebenarnya. 

    Dilansir Democrata, IGAI masih menunggu laporan dari pemimpin polisi nasional dan Kementerian Publik Portugal. Dalam operasi itu dilaporkan polisi menggunakan tongkat polisi untuk mengusir demonstran secara paksa dan menyebabkan 50 orang terluka dan 33 ditangkap.  

    Di sisi lain, Menteri Administrasi Dalam Negeri Portugal, Luis Neves membeberkan bahwa aksi pengusiran dari polisi dilakukan secara proporsional. Ia mengaku hanya melihat satu pukulan menggunakan tongkat kepada demonstran.

  2. 2. Oposisi Portugal kecam tindakan kekerasan dari polisi

    ilustrasi demonstrasi di Portugal
    ilustrasi demonstrasi di Portugal (unsplash.com/omarvellous14)

    Sehari sebelumnya, Partai Sosialis Portugal mengkritik intervensi polisi yang menggunakan pemaksaan hanya untuk mengusir demonstran yang mendirikan tenda di Porto dan Lisbon. Menurutnya, demonstrasi itu dilakukan secara damai untuk menuntut pemerintah bertindak atas kenaikan biaya hidup dan sewa rumah. 

    “Kami tidak bisa tinggal diam dan bersikap tidak peduli setelah sebuah protes damai dan berakhir dengan cara seperti ini,” ungkap Sekretaris Jenderal Partai Sosialis, Jose Luis Carneiro.

    Selain dari oposisi, organisasi non-profit, Amnesty International juga mengecam polisi Portugal yang bertindak melebihi batas. Pihaknya mendesak otoritas Portugal untuk melindungi hak-hak warga untuk bersuara. 

  3. 3. Pergerakan Algarve desak PM Portugal mundur

    Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro.
    Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro. (© European Union, 1998 – 2026, Attribution, via Wikimedia Commons)

    Kelompok pergerakan Algarve em Resistencia menyerukan agar Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro untuk mengundurkan diri. Kelompok yang terdiri dari demonstran menuntut keterjangkauan sewa rumah dan biaya hidup itu mendukung penuh demonstran yang mendirikan tenda di Porto dan Lisbon. 

    Dilansir The Portugal News, mereka menilai bahwa kesulitan mencari tempat tinggal yang dirasakan warga seharusnya direspons dengan baik oleh pemerintah. Pihaknya mendesak pemerintah menetapkan keadaan darurat sosial dibanding hanya menertibkan dan membubarkan demonstran secara paksa. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More