Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pendaki Jerman Tewas Terjatuh di Gunung Ama Dablam usai Capai Puncak

3 min read
Pendaki Jerman Tewas Terjatuh di Gunung Ama Dablam usai Capai Puncak
Gunung Ama Dablam (commons.wikimedia.org/Saf.all)
  • Pendaki Jerman Wolfgang Waschiczek, 57 tahun, tewas setelah terjatuh saat turun dari Gunung Ama Dablam, Nepal, sehari usai mencapai puncak 6.814 meter.
  • Korban diduga terpeleset dari sekitar Camp III dan jatuh 1.500–1.700 meter ke ketinggian 4.500 meter; saat kejadian ia dilaporkan tidak mengenakan crampon.
  • Tim SAR menemukan serta mengevakuasi jenazah dengan helikopter ke rumah sakit Kathmandu pada Senin; insiden ini menjadi kematian pertama di Ama Dablam musim gugur tahun ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Seorang pendaki asal Jerman meninggal dunia usai terjatuh saat menuruni lereng Gunung Ama Dablam di wilayah timur laut Nepal pada Senin (26/10/2026). Korban sebelumnya berhasil mencapai puncak berketinggian 6.814 meter di atas permukaan laut pada Minggu (25/10/2026), sebelum mengalami kecelakaan fatal saat bergerak menuju kamp berikutnya.

Agensi pendakian lokal bersama tim SAR segera menggelar operasi darurat hingga jenazah korban berhasil dievakuasi pada hari yang sama. Insiden maut ini tercatat sebagai kasus kematian pertama di Gunung Ama Dablam sepanjang musim pendakian musim gugur tahun ini.

  1. 1. Kronologi korban terjatuh dari Camp III

    kamp 2 Gunung Ama Dablam yang berada di ketinggian lebih dari 6.000 mdpl, biasanya digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhir para pendaki sebelum melakukan summit (commons.wikimedia.org/Jaccoob23)
    kamp 2 Gunung Ama Dablam yang berada di ketinggian lebih dari 6.000 mdpl, biasanya digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhir para pendaki sebelum melakukan summit (commons.wikimedia.org/Jaccoob23)

    Pendaki berusia 57 tahun bernama Wolfgang Waschiczek tersebut melakukan pendakian bersama seorang pemandu lokal, Sonam Lama. Setelah berhasil mencapai puncak pada Minggu, keduanya bermalam di Camp III pada ketinggian 6.200 meter di atas permukaan laut.

    Insiden bermula pada Senin sekitar pukul 08.00 waktu setempat saat Sonam meninggalkan tenda selama beberapa menit untuk mengembalikan perlengkapan tidur pinjaman. Meski sempat diminta tetap menunggu di tempat dengan perlengkapan pengaman, korban sudah tidak terlihat ketika sang pemandu kembali. Waschiczek diduga terpeleset dan jatuh bebas sejauh 1.500 hingga 1.700 meter melewati tebing curam, sebelum akhirnya ditemukan di ketinggian 4.500 meter. Rekan pendaki menyebutkan bahwa saat kejadian korban tidak mengenakan sepatu berpaku es (crampon), kendati kondisi cuaca dilaporkan cerah.

  2. 2. Proses evakuasi jenazah korban menuju Kathmandu

    Gunung Ama Dablam
    Gunung Ama Dablam (commons.wikimedia.org/Gerd Eichmann)

    Merespons laporan hilangnya korban, tim SAR mengerahkan helikopter untuk menyisir area tebing dari udara hingga berhasil menemukan lokasi jenazah pada Senin siang.

    "Jenazah korban telah berhasil ditemukan oleh tim pencari hari ini juga," kata Kepala Real Himalaya Pvt Ltd selaku penyedia logistik korban, Gokul Thapa, dilansir The Sun Malaysia.

    Setelah dievakuasi dari lereng gunung, jenazah korban langsung diterbangkan menuju sebuah rumah sakit di ibu kota Nepal, Kathmandu, guna menjalani pemeriksaan forensik sebelum dipulangkan ke pihak keluarga.

  3. 3. Kasus kematian perdana pada musim pendakian musim gugur

    Gunung Ama Dablam
    Gunung Ama Dablam (commons.wikimedia.org/Gerd Eichmann)

    Kecelakaan fatal yang menimpa Waschiczek menjadi kasus kematian pertama di Gunung Ama Dablam sepanjang musim pendakian September hingga November tahun ini. Gunung yang terletak di Distrik Solukhumbu ini dikenal memiliki medan berupa tebing berbatu dan dinding es curam yang menuntut kewaspadaan tinggi, terutama pada saat perjalanan turun.

    Kementerian Pariwisata Nepal mencatat tingginya minat pendaki pada musim ini, dengan lebih dari 300 warga negara asing telah mengantongi izin resmi untuk mendaki Ama Dablam. Peristiwa duka ini turut menambah deretan kecelakaan pendakian di kawasan Himalaya, menyusul tewasnya dua pendaki asal Jepang akibat sapuan longsoran salju di Nepal barat pada pekan sebelumnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More