PBB Desak Perlindungan Warga Usai Serangan Udara ISIS di Suriah

- PBB mendesak semua pihak melindungi warga sipil sesuai hukum internasional serta menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah setelah serangan udara Yordania di Daraa.
- Yordania mengklaim menewaskan lebih dari 20 anggota ISIS dan menghancurkan depot senjata, sementara Suriah menyebut serangan tanpa koordinasi itu menewaskan tujuh orang serta melukai tiga lainnya.
- Yordania dan Suriah sepakat membentuk komite keamanan gabungan untuk menyelidiki serangan, berbagi intelijen, meningkatkan koordinasi lapangan, melindungi warga sipil, dan menghadapi ancaman lintas perbatasan.
Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan perlindungan bagi warga sipil dan penghormatan terhadap kedaulatan Suriah menyusul serangan udara yang dilancarkan Yordania di Suriah selatan. Seruan tersebut dikeluarkan pada Selasa (27/10/2026), setelah operasi militer Yordania yang menyasar beberapa lokasi di Provinsi Daraa dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan menuai kecaman dari Damaskus.
Juru bicara PBB Daniela Gross De Almeida menyatakan kepada jurnalis bahwa pihaknya memantau perkembangan situasi secara saksama. PBB juga telah mencatat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh otoritas Yordania maupun Suriah mengenai operasi militer tersebut beserta situasinya.
1. PBB tegaskan kewajiban melindungi warga sipil

Sekretaris Jendral PBB António Guterres (Xuthoria, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons) De Almeida menyampaikan sikap resmi pimpinan tertinggi PBB mengenai jatuhnya korban dari kalangan masyarakat umum dalam insiden tersebut. “Sekretaris Jenderal (Antonio Guterres) mengecam setiap hilangnya nyawa warga sipil, dan kami menggarisbawahi kewajiban semua pihak untuk mengambil semua tindakan pencegahan demi melindungi warga sipil sesuai dengan hukum internasional,” kata De Almeida seperti dilaporkan Anadolu.
Juru bicara PBB tersebut menambahkan bahwa badan dunia ini mendukung upaya yang dilakukan oleh para pihak terkait untuk mengungkap fakta di balik insiden tersebut. Pada saat yang sama, dia menekankan pentingnya menghormati kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah seluruh negara anggota sesuai dengan Piagam PBB.
2. Klaim operasi Yordania dan kecaman Damaskus

Ilustrasi operasi militer (pexels.com/Edu Raw) Dilansir Anadolu Agency, Yordania menyatakan pada Selasa bahwa serangan udaranya di Suriah selatan telah menewaskan lebih dari 20 teroris ISIS dan menghancurkan sebuah depot senjata utama. Juru bicara pemerintah Yordania Mohammad al-Momani mengatakan serangan itu dilancarkan setelah Amman “kehabisan kesabaran” terhadap pergerakan kelompok teroris dan ancaman terhadap keamanan nasionalnya. Militer Yordania mengumumkan pada Senin (26/10/2026) bahwa pihaknya menyerang lokasi milik kelompok yang dihubungkan dengan penyerangan terhadap pelayat di gereja di desa Hamoud, Provinsi Karak, Yordania selatan. Menurut Direktorat Keamanan Publik Yordania, sembilan orang tewas dalam serangan gereja pada Jumat (23/10/2026) tersebut.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam keras serangan udara Yordania yang menyasar beberapa lokasi di Provinsi Daraa bagian selatan. Damaskus menyatakan operasi militer tersebut dilakukan tanpa adanya koordinasi sebelumnya dengan pemerintah Suriah serta mengecamnya sebagai pelanggaran kedaulatan. Mengutip pihak direktorat kesehatan Provinsi Daraa, stasiun televisi Suriah Al-Ekhbariya TV melaporkan pada Selasa pagi bahwa tujuh orang tewas dan tiga orang terluka akibat serangan tersebut. Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan telah menyampaikan keberatannya kepada pihak Yordania.
3. Yordania dan Suriah sepakat bentuk komite bersama

ilustrasi kerja sama (pexels.com/Bia Limova) Berdasarkan pernyataan bersama, Yordania dan Suriah sepakat pada Selasa malam untuk membentuk sebuah komite keamanan gabungan. Kesepakatan ini diambil menyusul pembicaraan melalui sambungan telepon antara Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani dan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi. Komite tersebut akan memeriksa detail serangan hari Senin beserta dampaknya, sekaligus menyusun mekanisme pembagian intelijen dan koordinasi di lapangan.
Menurut pernyataan bersama, Safadi menyatakan “penyesalan dan dukacita yang mendalam” atas jatuhnya korban sipil serta menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Suriah. Safadi menerangkan bahwa serangan itu menyasar basis ISIS berdasarkan data intelijen terkait adanya ancaman terkonfirmasi dan serangan yang segera akan terjadi terhadap Yordania. Dia turut menegaskan penghormatan Yordania terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah, seraya menyatakan bahwa keamanan serta stabilitas kedua negara saling terkait.
Pembentukan komite keamanan gabungan ini juga ditujukan untuk meningkatkan koordinasi dalam melindungi warga sipil dan menjaga kedaulatan Suriah. Kedua menteri menekankan perlunya koordinasi keamanan langsung demi menghadapi ancaman bersama, melindungi warga sipil, serta memerangi penyelundupan senjata dan narkoba lintas perbatasan.

























