Jakarta, IDN Times - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemerintah memprioritaskan perlindungan warga sipil dalam penyelesaian konflik di Papua. Desakan itu disampaikan setelah Komnas HAM mencatat puluhan insiden kekerasan sepanjang semester pertama 2026 yang menewaskan puluhan orang dan memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Koordinator Tim Pengamatan Situasi HAM Menuju Dialog Kemanusiaan di Papua, Atnike Nova Sigiro, mengatakan, berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah belum mampu memperbaiki situasi keamanan maupun pemenuhan hak-hak sipil masyarakat Papua.
"Meskipun pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan dan alokasi sumber daya, kondisi keamanan dan hak-hak sipil di Papua masih jauh dari optimal. Terdapat 42 peristiwa kekerasan yang tercatat dengan mayoritas melibatkan kelompok bersenjata dan aparat keamanan. Ini mengakibatkan 59 korban jiwa, sebagian besar adalah warga sipil," kata Atnike, dikutip Rabu (15/7/2026).
