ilustrasi UMKM. (dok.123rf.com/ferli)
FAKTA: KDMP dirancang sebagai offtaker hasil produk masyarakat desa, dan sejumlah koperasi bahkan sudah mulai menembus pasar ekspor. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan fungsi offtaker ini membedakan KDMP dari sekadar tempat belanja.
Skemanya disesuaikan dengan komoditas masing-masing desa. Desa penghasil tanaman pangan akan dilengkapi fasilitas pengering, sementara desa penghasil sayur dan buah dilengkapi control atmosphere storage untuk mengatur suhu. Selama ini fasilitas semacam pengering dan cold storage nyaris tidak ada di level desa, padahal kualitas gabah kering panen sangat bergantung pada fasilitas itu.
Praktiknya sudah berjalan. KDMP Banjarsari Solo menyerap sekaligus memasarkan produk UMKM anggotanya, mulai dari batik, blangkon, tenun ikat, batik ciprat, ecoprint, sampai aneka kerajinan tangan. Sebagai offtaker, koperasi memberi kepastian pasar yang selama ini jadi masalah utama pelaku usaha kecil.
Contoh lain datang dari KDMP Tambakrejo, Sidoarjo, Jawa Timur, yang melayani 16.216 penduduk. Gerai sembako, obat, pupuk, dan klinik tengah disiapkan, sementara persediaan kebutuhan pokok, pupuk, dan elpiji telah tersedia. Harga yang lebih terjangkau diakui Sumarti, warga Tambakrejo yang sehari-hari berjualan makanan.
"Harga di KDMP jauh lebih murah, seperti harga grosir, meskipun kami hanya membeli sedikit. Ini sangat menguntungkan pedagang kecil seperti kami," terangnya.
Cakupan KDMP bahkan mulai melewati batas desa dan masuk ke ranah ekspor. Kementerian Perdagangan mencatat dua Kopdes melakukan ekspor perdana pada 2026. Kopdes Sidomulyo di Jember, Jawa Timur, mengekspor 20 ton kopi ke Mesir senilai US$90 ribu atau sekitar Rp1,61 miliar. Kopdes Awunio di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, berhasil mengekspor 50 ton arang tempurung ke Tiongkok senilai Rp734,5 juta.
Data Kemendag menyebutkan program Desa Bisa Ekspor terbuka bagi Kopdes, UMKM, koperasi, maupun BUMDes. Kuncinya ada pada akses pembeli, karena itu Kemendag memfasilitasi business matching melalui perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Saat ini ada sekitar 2.600 desa yang teridentifikasi memiliki punya potensi untuk ekspor.
Bagi pelaku usaha, kepastian penjualan lewat KDMP penting untuk menentukan keberlanjutan bisnis. Menariknya, menjadi offtaker hanya baru satu dari sekian banyak peran yang diemban oleh KDMP.