Korban Meninggal Bencana Sumatra Tambah Jadi 1.177 Jiwa

- Jumlah pengungsi di Sumatra berkurang, tinggal 242.174 orang, berkurang 15.606 jiwa. Jumlah yang masih hilang berjumlah 148 jiwa, berkurang 17 jiwa.
- 10 daerah di Aceh masih status tanggap darurat, delapan daerah transisi darurat. Sumatra Utara sudah tidak ada daerah tanggap darurat.
- Sumatra Barat masih ada satu daerah status tanggap darurat di Kabupaten Agam. Selain itu, masih ada 10 daerah transisi darurat.
Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal dunia, akibat bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Kepala Pusat Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan per Minggu (4/1/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Sumatra menjadi 1.177 jiwa.
"Tambahan dari korban meninggal dunia ini menambah jumlah total dari tiga provinsi, kemarin rekapitulasi kita di cut off pukul 16.00 itu 1.167, har ini bertambah 10 menjadi 1.177 meninggal dunia," ujar Muhari dalam konferensi pers virtual di kanal YouTube BNPB.
Untuk wilayah Aceh, korban meninggal dunia 543 jiwa, Sumatra Utara 370 jiwa, dan Sumatra Barat 264 jiwa.
1. Jumlah pengungsi berkurang

Dalam kesempatan itu, Muhari mengatakan, ada penurunan jumlah warga yang tinggal di pengungsian. Kini, jumlahnya menjadi 242.174 orang, berkurang 15.606 jiwa.
Kemudian, jumlah orang yang dilaporkan masih hilang kini berjumlah 148 jiwa. Jumlah tersebut berkurang 17 jiwa.
2. Masih ada 10 daerah di Aceh yang tanggap darurat

Muhari mengatakan, masih ada 10 daerah di Aceh yang statusnya masih tanggap darurat. Kemudian, delapan daerah lainnya berstatus transisi darurat. Sementara, wilayah Sumatra Utara, sudah tidak ada lagi yang berstatus tanggap darurat.
"Ada 14 daerah di Sumatra Utara transisi darurat. Saat ini di Provinsi Sumatra Utara tidak ada daerah dengan status tanggap darurat," kata dia.
3. Sumatra Barat masih ada satu daerah status tanggap darurat

Sementara itu, di wilayah Sumatra Barat, masih ada satu daerah yang statusnya tanggap darurat. Muhari mengatakan, wilayah tersebut berada di Kabupaten Agam.
Kabupaten Agam masih berstatus tanggap darurat karena daerah tersebut masih mengalami longsor susulan. Selain itu, masih ada 10 daerah di Sumatra Barat yang statusnya transisi darurat.
"Untuk Sumatra Barat, saat ini masih ada perpanjangan status tanggap darurat, yaitu kabupaten Agam," ujar Muhari.















