Fadli Zon Apresiasi Lima Desa Budaya sebagai Jantung Identitas Bangsa

- Desa budaya menunjukkan bahwa kebudayaan bukan hanya identitas, melainkan juga modal strategis pembangunan.
- Desa budaya berperan sebagai benteng peradaban dan ruang inovasi berbasis nilai-nilai lokal.
- Pemajuan Kebudayaan Desa telah menyentuh lebih dari 500 desa di seluruh Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon memberikan apresiasi kepada desa-desa yang berhasil mengelola kebudayaan sebagai sistem hidup yang berdampak sosial, ekologis, dan ekonomi.
Desa-desa ini menjadi bagian dari program Pemajuan Kebudayaan Desa, sebuah inisiatif strategis yang bermaksud untuk menegaskan desa sebagai fondasi dan jantung kebudayaan nasional.
Fadli Zon, menegaskan bahwa desa memiliki posisi sentral dalam membentuk identitas dan karakter bangsa Indonesia.
"Desa-desa budaya adalah jantung dari identitas kebudayaan Indonesia. Di desa-desa inilah tradisi, adat istiadat, seni, dan kearifan lokal hidup dan berkembang. Budaya bukan sekadar simbol, tetapi merupakan kekuatan hidup yang menyatukan, menginspirasi, dan membangun karakter bangsa," ucap Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1/2025).
1. Desa budaya menunjukkan bahwa kebudayaan

Fadli Zon mengatakan pemajuan kebudayaan desa merupakan program strategis yang sejalan dengan visi dan arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan nasional yang berakar pada kemandirian rakyat.
"Desa budaya menunjukkan bahwa kebudayaan bukan hanya identitas, melainkan juga modal strategis pembangunan," katanya.
2. Desa budaya berperan sebagai benteng peradaban

la juga menekankan bahwa di tengah arus modernisasi dan globalisasi, desa budaya berperan sebagai benteng peradaban sekaligus ruang inovasi berbasis nilai-nilai lokal.
"Penguatan desa budaya hanya dapat tercapai melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan," katanya.
3. Sentuh 500 desa

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan & Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menjelaskan bahwa Pemajuan Kebudayaan Desa merupakan program yang telah dilaksanakan sejak 2021.
Dia mengungkapkan program ini telah menyentuh lebih dari 500 desa di seluruh Indonesia sebagai bentuk pengakuan negara atas kerja panjang masyarakat desa.
"Desa adalah akar kehidupan budaya bangsa dan dapat dipandang sebagai museum hidup, tempat nilai-nilai budaya komunal menjadi dasar kehidupan masyarakat. Mengembangkan dan melestarikan budaya desa sebagai laboratorium hidup semestinya menjadi prioritas dalam pemajuan kebudayaan nasional," jelas Ahmad
4. Berikut lima desa penerima apresiasi

Tahun 2025 ini terpilih 5 desa yang menerima Apresiasi Desa Budaya, yaitu:
1. Desa Cibaliung, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten
2. Desa Duarato, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur
3. Desa Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Aceh
4. Desa Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan. Timur
5. Desa Tebat Patah, Kecamatan Taman Rajo. Kabupaten Muaro Jambi, Jambi
Dari sisi penerima manfaat, apresiasi ini dirasakan langsung oleh masyarakat desa sebagai penguatan legitimasi dan semangat kolektif. Martinik, Daya Desa Tebat Patah, Kab. Muaro Jambi, Jambi, salah satu penerima Apresiasi Desa Budaya 2025, menyampaikan bahwa program ini memberi ruang bagi warga untuk kembali percaya pada nilai budayanya sendiri.
"Apresiasi ini bukan hanya penghargaan, tetapi pengakuan atas kerja bersama kami sebagai warga desa. Budaya yang selama ini kami jalani dalam keseharian kini dilihat sebagai kekuatan untuk menghidupi desa, bukan sekadar peninggalan masa lalu," ujarnya.

















