Mendagri Lepas 1.132 Praja IPDN Bantu Pemulihan Aceh Tamiang

- Mendagri melepas ratusan praja IPDN untuk mempercepat pemulihan pemerintahan dan pelayanan publik di Aceh Tamiang, Aceh.
- Keberangkatan dibagi dalam tiga kloter dengan total 1.132 personel, fokus utama penugasan praja IPDN adalah membersihkan dan mengaktifkan kembali kantor-kantor pemerintahan.
- Tito optimistis dengan tambahan kekuatan dari praja IPDN, TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta dukungan berbagai pihak, pemulihan Aceh dapat berlangsung lebih cepat.
Jakarta, IDN Times – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, melepas keberangkatan ratusan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mempercepat pemulihan pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Pelepasan berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (3/1/2026).
Keberangkatan dibagi dalam tiga kloter pada hari yang berbeda dengan total 1.132 personel. Rinciannya, 863 praja IPDN dan sisanya Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Mereka akan bertugas selama satu bulan, mulai 3 Januari hingga 3 Februari 2026.
1. Kondisi pemerintahan di Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih

Tito mengungkapkan, berdasarkan peninjauan langsung di lapangan, kondisi pemerintahan di Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih. Kantor bupati dan sejumlah kantor perangkat daerah masih dipenuhi lumpur sehingga aktivitas pemerintahan belum berjalan optimal.
Menurutnya, pemulihan pemerintahan menjadi indikator utama kebangkitan daerah pascabencana. Pemerintahan yang pulih akan memperkuat koordinasi, pengambilan keputusan, dan pelayanan publik. Indikator penting lainnya adalah bangkitnya ekonomi yang ditandai dengan kembali hidupnya pertokoan, pasar, dan sektor usaha.
“Kantor pemerintahan adalah jantung indikator pulihnya suatu keadaan. Kenapa? Karena di situ ada perintah, otoritas, dan pusat sumber daya,” ujarnya.
2. Fokus penugasan: aktifkan kembali kantor pemerintahan

Tito menegaskan fokus utama penugasan praja IPDN adalah membersihkan dan mengaktifkan kembali kantor-kantor pemerintahan agar roda administrasi dapat berjalan normal.
Setelah kantor pemerintahan kembali berfungsi, para praja akan diarahkan membantu fasilitas lain, mulai dari pertokoan hingga pelayanan pemerintahan desa.
“Nah, kita fokus kepada kantor-kantor dulu. Untuk menghidupkan pemerintahan. Kepala dinasinya biar masuk. Karena kantornya dia mau masuk gimana? Lumpur semua,” ujarnya.
Tito juga mengingatkan para praja untuk mempersiapkan diri menghadapi kondisi lapangan yang masih dipenuhi lumpur dan debu. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan serta tidak merepotkan pemerintah daerah.
“Yang penting saya titip satu, jangan merepotkan pemerintah lokal. Karena pemerintah lokal sudah sulit. Kita datang mau bantu. Bukan membuat mereka tambah sulit,” katanya memberi pesan.
Ia tidak menutup kemungkinan praja IPDN akan digeser ke wilayah lain di Aceh yang juga membutuhkan bantuan.
“Kalau ini dalam waktu dua minggu bisa ditangani dengan baik, geser. Bisa ke Aceh Utara atau Aceh Timur,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Mendagri juga menyampaikan apresiasi kepada Lion Group yang mendukung pengiriman praja IPDN melalui penerbangan khusus sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ia menilai kolaborasi pemerintah dan swasta mencerminkan semangat gotong royong.
“Kita punya konsep yang mungkin negara lain tidak punya. Yaitu konsep gotong royong. Pemerintah dan non-pemerintah bekerja sama-sama ketika mengalami masalah,” ujarnya.
3. Optimistis pemulihan Aceh berlangsung lebih cepat

Tito optimistis, dengan tambahan kekuatan dari praja IPDN, TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta dukungan berbagai pihak, pemulihan Aceh, khususnya Aceh Tamiang, dapat berlangsung lebih cepat.
“Saya sangat yakin bahwa Aceh akan pulih dengan jauh lebih cepat,” ujar dia.
Turut hadir dalam pelepasan tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dan Akhmad Wiyagus, jajaran pejabat Kemendagri, Presiden Direktur Lion Group Daniel Putut Kuncoro Adi, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama Putu Eka Cahyadhi, serta pejabat terkait lainnya.











.jpg)







