Israel Izinkan Jaringan Internet 4G untuk Warga Palestina di Tepi Barat

Israel sahkan peningkatan layanan 4G untuk pengguna Palestina di Tepi Barat.
Kementerian Komunikasi Israel mengumumkan telah menyetujui peningkatan layanan ke teknologi seluler 4G bagi pengguna Palestina di Tepi Barat.
Persetujuan ini diberikan setelah dua operator Palestina, Jawwal dan Ooredoo, bersama perusahaan infrastruktur telekomunikasi asal Swedia, Ericsson, menandatangani perjanjian manajemen yang disahkan oleh pemerintah Israel
Jakarta, IDN Times - Israel pada Selasa (6/1/2026) menyetujui peningkatan layanan telepon seluler 4G untuk warga Palestina di wilayah Tepi Barat. Keputusan ini diumumkan oleh Kementerian Komunikasi Israel sebagai bagian dari upaya perluasan akses teknologi telekomunikasi di wilayah tersebut.
Persetujuan tersebut memungkinkan dua operator seluler Palestina, Jawwal dan Ooredoo, untuk mengoperasikan jaringan 4G dengan dukungan perusahaan infrastruktur telekomunikasi asal Swedia, Ericsson. Proses peningkatan jaringan diperkirakan memerlukan waktu beberapa bulan, sebelum layanan 4G dapat berfungsi sepenuhnya dan digunakan oleh masyarakat Palestina di Tepi Barat.
1. Israel sahkan peningkatan layanan 4G untuk pengguna Palestina di Tepi Barat
Kementerian Komunikasi Israel mengumumkan telah menyetujui peningkatan layanan ke teknologi seluler 4G bagi pengguna Palestina di Tepi Barat. Persetujuan ini diberikan setelah dua operator Palestina, Jawwal dan Ooredoo, bersama perusahaan infrastruktur telekomunikasi asal Swedia, Ericsson, menandatangani perjanjian manajemen yang disahkan oleh pemerintah Israel pada Minggu (4/1/2026).
Kementerian Komunikasi Israel menyebut langkah tersebut membuka jalan bagi pembelian serta pengiriman peralatan yang diperlukan untuk memindahkan jaringan seluler Palestina dari teknologi 3G ke 4G. Pihak kementerian menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan implementasi dari kesepakatan pada tahun 2022.
2. Israel lanjutkan proses peningkatan jaringan 4G setelah sempat tertunda perang Gaza
Layanan data berbasis 3G baru mulai tersedia bagi pengguna Palestina di Tepi Barat pada tahun 2018, setelah bertahun-tahun larangan dari Israel terhadap pengoperasian jaringan telekomunikasi lokal. Peluncuran jaringan tersebut saat itu dianggap membantu mengurangi kesenjangan teknologi dengan Israel, yang telah lebih dulu menggunakan jaringan seluler dengan kecepatan lebih tinggi.
“Persetujuan tersebut datang sebagai bagian dari kesepakatan kerangka 2022 antara Israel dan Otoritas Palestina untuk memungkinkan teknologi seluler 4G dan 5G,” ujar Kementerian Komunikasi Israel, dikutip The Jerusalem Post.
Proses finalisasi kesepakatan ini sempat tertunda akibat pecahnya perang di Gaza pada 2023. Peningkatan infrastruktur yang diperlukan untuk mengoperasikan layanan 4G diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan sebelum dapat berfungsi penuh.
3. Penyedia layanan Palestina masih tertinggal dengan operator Israel
Persetujuan yang diberikan Israel memungkinkan dua operator Palestina, Jawwal dan Ooredoo, memperoleh akses ke infrastruktur serta peralatan yang dibutuhkan untuk menyediakan layanan koneksi berkecepatan tinggi bagi pelanggan di Tepi Barat.
Meski demikian, penyedia layanan asal Palestina masih menghadapi kesenjangan besar dalam persaingan dengan operator Israel yang telah beroperasi menggunakan jaringan 5G. Operator Palestina bersaing dengan perusahaan telekomunikasi Israel yang menawarkan layanan berbasis frekuensi 5G yang jauh lebih cepat.
Sementara itu, Israel tengah berada dalam proses penghentian layanan 2G dan 3G untuk jaringan domestiknya dan mendorong masyarakat beralih ke perangkat yang mendukung 4G dan 5G.


















