Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan era Menteri Hanif Dhakiri, Heri Sudarmanto, sebagai tersangka pemerasan agen tenaga kerja asing (TKA). Ia diduga menerima Rp12 miliar.
"Dalam perkara ini diduga jumlah uang yang diterima HS setidaknya mencapai Rp12 miliar," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo pada Kamis (15/1/2026).
Budi menjelaskan, Heri menerima uang tersebut bukan saat menjabat sebagai Sekjen saja. Ia diduga menerima uang tersebut sejak menjadi Direktur PPTKA (2010-2015), Dirjen Binapenta (2015-2017), dan Fungsional Utama 2018-2023.
"Bahkan setelah pensiun pun, sampai dengan 2025, HS diduga masih menerima aliran uang dari para agen TKA," ujarnya.
"Penyidik masih akan terus melacak dan menelusuri dugaan aliran-aliran yang terkait dengan perkara ini. Diduga pola pungutan tidak resmi seperti ini sudah terjadi sejak lama, yang terus berlanjut hingga perkara ini terungkap," lanjut dia.
Seperti diketahui, Heri merupakan tersangka baru dalam perkara ini. Surat Perintah Penyidikan dikeluarkan KPK pada Oktober 2025.
Sebelum Heri, KPK telah lebih dulu menetapkan delapan tersangka yang kini tengah diadili di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.
Mereka adalah eks Dirjen Binapenta dan PKK 2020-2023 Suhartono, Staf Ahli Menaker yang juga mantan Dirjen Binapenta menerima, Eks Direktur PPTKA Wisnu Pramono, eks Koordinator Uji Kelayakan PPTKA Devi Angraeni, Pejabat Pembuat Komitmen PPTKA Gatot Widiartono, staf PPTKA Putri Citra Wahyoe, Jamal Shodiqin, dan mantan staf PPTKA Alfa Ehsad.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
KPK: Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto Terima Uang Rp12 M

Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Take a Deeper Read
Curated For You
- 2 Agen TKA Diperiksa KPK, Diduga Diperas Eks Sekjen Kemnaker19 Nov 2025, 13:39 WIB
Topics
Editorial Team
EditorIlyas Listianto Mujib
Related Article
Sah! Galang Putra Rahman 'Naik Takhta' Dilantik Wakil Bupati Way Kanan31 Oct 2026, 09:01 WIB
Prancis Siagakan 70 Ribu Polisi Hadapi Protes saat Halloween31 Oct 2026, 08:58 WIB
Jual Video Bugil Anaknya di Medsos, Ayah di Pakistan Ditangkap31 Oct 2026, 08:54 WIB
Serangan Israel di Gaza Tewaskan Lima Warga Palestina dan Lukai 3231 Oct 2026, 08:52 WIB
PBB Kecam Kekerasan dan Penangkapan Demonstran Pelajar di Prancis31 Oct 2026, 08:50 WIB
Jaksa Korsel Kembali Tuntut Hukuman Mati untuk Eks Presiden Yoon31 Oct 2026, 08:45 WIB
Inggris Kucurkan Tambahan Bantuan Rp241,8 Triliun untuk Ukraina31 Oct 2026, 08:43 WIB
Sidang Majelis Umum PBB Sahkan Resolusi Tuntut AS Cabut Embargo Kuba31 Oct 2026, 08:39 WIB
Prakiraan Cuaca Sumsel 31 Oktober, Hujan Guyur 17 Wilayah31 Oct 2026, 08:29 WIB
[OPINI] Ketika Angka Pertumbuhan Ekonomi Tidak Lagi Cukup31 Oct 2026, 08:13 WIB
Kondisi Perairan Lampung 31 Oktober 2026, Waspada Gelombang 2,5 Meter31 Oct 2026, 08:03 WIB
Usman Hamid: Indonesia Belum Terlambat jika Ingin Keluar dari BoP Sekarang31 Oct 2026, 08:00 WIB
Cegah Sampah Nyangkut, Jembatan Baru Kemang Bekasi Rp60 M Dibangun Tanpa Pilar31 Oct 2026, 07:31 WIB
13 Fakta Demo Mahasiswa 28-29 Oktober 2026 di Jakarta31 Oct 2026, 07:30 WIB
Polemik Konflik Agraria Pangalengan, Petani Mengaku Diculik-Dianiaya31 Oct 2026, 07:15 WIB
OKX Catat 48 Laporan Cadangan Aset, Perkenalkan Perlindungan Akun31 Oct 2026, 07:12 WIB
Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini Sabtu 31 Oktober, Liburan Akhir Pekan? Cek Jamya31 Oct 2026, 07:10 WIB
Ikuti Tren, Cara Stroberi Accessories Bertahan Lebih dari Dua Dekade31 Oct 2026, 07:06 WIB
5 Alasan Kita Lebih Mudah Membeli Barang Saat Bayarnya Dicicil31 Oct 2026, 07:05 WIB
PLN Nusantara Power Sebalang Salurkan Bantuan Pendidikan dan Sarana Ibadah31 Oct 2026, 07:02 WIB