Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan serangkaian penggeledahan terkait pengembangan perkara dugaan korupsi pengurusan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin.
Penggeledahan tersebut berlangsung di Bandung, Jawa Barat pada pekan lalu dan Tangerang, Banten pekan ini. Total uang yang disita mencapai 150 Dolar Amerika Serikat.
“Penyidik di antaranya menemukan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai USD 110.000. Temuan ini tentu juga masih akan didalami dianalisis, ditelaah oleh penyidik kaitannya dengan konstruksi perkara,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).
“Hari ini, penyidik juga kembali melakukan penggeledahan di wilayah Tangerang dan didapatkan barang bukti di antaranya uang tunai senilai 40.000 USD atau sekitar Rp700 juta lebih,” lanjut dia.
Sebelumnya, KPK telah mengembangkan perkara korupsi di KPP Banjarmasin dengan menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru. Namun, belum ada tersangka yang ditetapkan KPK pada pengembangan ini.
Sementara penyidikan berjalan, KPK telah memeriksa pihak terkait. Salah satunya adalah Mulyono selaku Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin.
Perkara ini terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Setelah tangkap tangan, Mulyono selaku Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin ditetapkan sebagai tersangka.
Selain Mulyono, KPK juga menetapkan Dian Jaya Demega selaku Fiskus yang menjadi anggota Tim Pemeriksa dari KPP Madya Banjarmasin serta Venasius Jenarus Genggor alias Venzo selaku Majer Keuangan PT Buana Karya Bhakti sebagai tersangka.
Dalam tangkap tangan itu, KPK menyita total Rp1,5 miliar. Jumlah itu terdiri dari Rp1 miliar uang tunai, serta bukti penggunaan uang senilai Rp500 juta.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
KPK Sita 150 Ribu Dolar AS Terkait Kasus KPP Banjarmasin

Ilustrasi KPK. (IDN Times/Aryodamar)
Curated For You
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- KPK Deteksi Pejabat Kemenhut Terima 12.500 Dolar Singapura dari Bupati Kuansing05 Aug 2026, 19:52 WIB
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- KPK Usut Jual Beli Tanah Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Anwar Sadad05 Aug 2026, 17:22 WIB
Editorial Team
EditorDeti Mega Purnamasari
Related Article
Dugaan Pelecehan terhadap Siswa, Guru ICM Tangsel Dinonaktifkan25 Sep 2026, 15:46 WIB
Karhutla Bukit Setampol Rinjani Masih Berusaha Dipadamkan25 Sep 2026, 15:45 WIB
SPPG di Bantul Ditutup Permanen Usai Dua Insiden Keracunan MBG25 Sep 2026, 15:36 WIB
Polri Sita 2 Rumah Mewah dan Mobil Diduga Hasil Pemerasan Bupati Gowa25 Sep 2026, 15:36 WIB
Tebalnya Kabut Asap, Herman Deru Terkejut Kualitas Udara Kembali Memburuk25 Sep 2026, 15:31 WIB
BRT Mebidang Sekali Bayar, Penumpang Tak Perlu Tap Ulang Saat Transit25 Sep 2026, 15:30 WIB
Sambut Musim Tanam, Pupuk Indonesia Tambah Stok Pupuk di Jatim25 Sep 2026, 15:28 WIB
Dorong Motor Curian Tengah Malam, Pria Bawa Samurai Ditangkap Polisi25 Sep 2026, 15:27 WIB
OJK Dorong 4.665 Peternak Ayam Petelur Naik Kelas, Bidik Pasar Ekspor25 Sep 2026, 15:26 WIB
Daftar 4 Kasus Pemerasan Bupati Gowa: Dari Indomaret hingga Perumahan25 Sep 2026, 15:25 WIB
Jarak Pandang 700 Meter, Sejumlah Penerbangan di Palembang Terdampak25 Sep 2026, 15:12 WIB
Kritis, Guruh Soekarnoputra Dirawat di Rumah Sakit25 Sep 2026, 15:11 WIB
Modus Pemerasan Bupati Gowa: Minta Diskon 70 Persen untuk 1 Rumah Mewah25 Sep 2026, 15:10 WIB
Kemenhut Kuasai 300 Hektare Lahan Gajah dan Musnahkan 627 Sawit di Seblat25 Sep 2026, 15:03 WIB
Operasi SAR Hari ke-13, Korban Tewas KM Virgo Tembus 52 Penumpang25 Sep 2026, 15:00 WIB
Kabel Semrawut di Tabanan Segera Dikubur, Pawai Adat Tak Lagi Terhambat25 Sep 2026, 14:59 WIB
BNPB Kerahkan 3 Pesawat Cessna untuk OMC Tangani Karhutla Kalteng-Kalsel25 Sep 2026, 14:53 WIB
Ada Pengawasan Berlapis, Ini Lembaga yang Mengawal Program JKN25 Sep 2026, 14:50 WIB
DPR Akan Panggil Dirjenpas Terkait Polemik Pembebasan Bersyarat Bechi25 Sep 2026, 14:47 WIB
7 Desakan Darurat Ekonomi: Aliansi Ekonom Peringatkan Bahaya Ekonomi Komando25 Sep 2026, 14:45 WIB