Jakarta, IDN Times - Gelombang pertama program Komponen Cadangan yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) telah dimulai pada Rabu (22/4/2026). Seremoni pembukaan dilakukan oleh Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, di Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Gabriel mengatakan, program penggemblengan Komcad sudah dijadikan agenda nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sumber anggota Komcad, kata dia, bisa berasal dari manapun, termasuk ASN.
Tetapi, rekrutmen Komcad dari ASN menuai sorotan tajam dari masyarakat sipil, termasuk Imparsial. Dalam pandangan Imparsial, mewajibkan ASN sebagai komponen cadangan adalah wujud nyata militerisasi ruang sipil yang berbahaya bagi kelangsungan demokrasi dan negara hukum di Indonesia.
"Maka, menyiapkan 4.000 ASN untuk menjadi Komcad merupakan bentuk pengingkaran terhadap prinsip HAM dan konstitusi," ujar Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, dalam keterangan yang dikutip Sabtu (25/4/2026).
Kementerian Pertahanan memang menyebut Komcad untuk ASN bersifat sukarela. Tetapi, terdapat surat penugasan dari atasan di instansi tempat ASN bekerja. Sehingga para ASN tak bisa menolak. Kemhan juga menyebut ada 1.773 ASN yang mengikuti program Komcad pada gelombang pertama.
