- Pusat Komunikasi Badan Intelijen Negara (Puskom Belneg) sebanyak 257 orang
- Resimen Induk Daerah Militer Jaya (Rindam Jaya) 222 orang
- Pusat Pendidikan Kesehatan TNI Angkatan Darat (Pusdikes Puskesad) 453 orang
- Brigade Infanteri 1 Pasukan Marinir 1 (Brigif 1 Pasmar 1) 280 orang
- Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Pusbahasa Kodiklatau) 270 orang
- Wing Pendidikan 500/Umum Atang Sendjaja (Wingdik 500 Atang Sendjaja) 291 orang.
Kemhan Sasar ASN Pemda dan Karyawan Swasta Jadi Komcad

- Kementerian Pertahanan mengajak ASN pemda ikut program Komcad, dimulai dari 500 ASN Sulawesi Selatan yang menjalani latihan dasar militer sejak 30 Maret 2026 secara sukarela.
- Hingga kini hampir 50 ribu orang telah menjadi anggota Komcad sejak 2021, termasuk ASN dan pegawai swasta, dengan harapan program ini berlanjut lintas pemerintahan.
- Gelombang pertama Komcad ASN diikuti 1.773 peserta dari target 2.000, dengan pelatihan tersebar di enam lokasi TNI dan penetapan resmi anggota dijadwalkan pada 5 Juni 2026.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan menargetkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan pemerintah daerah (pemda), untuk ikut program Komponen Cadangan (Komcad), yang dimulai dari ASN di lingkungan Pemda Sulawesi Selatan. Total ada 500 ASN yang ikut program Komcad sejak 30 Maret 2026.
Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, mengatakan penambahan Komcad dari unsur ASN pemda di tingkat kabupaten atau kota atau provinsi, ditujukan untuk melengkapi sistem pertahanan nasional.
"Saat ini 500 ASN jajaran pemerintah daerah yakni di Sulawesi Selatan sedang melaksanakan latihan dasar militer ini. Dibuka 30 Maret 2026, dan perjalanan sudah berlangsung selama tiga minggu ini," ujar Gabriel di Baseops Halimperdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026).
Jenderal bintang tiga itu mengklaim pelaksanaan pelatihan Komcad untuk ASN di Sulsel merupakan inisiatif pemerintah daerah dan dilakukan secara sukarela. Kemhan, kata dia, hanya memfasilitasi agar keinginan ASN terlibat menjadi komponen cadangan bisa terfasilitasi dengan baik. Gabriel berharap, langkah Pemda Sulsel bisa diikuti daerah lain.
"Tahap berikutnya diharapkan berbondong-bondong dari seluruh provinsi sudah menyiapkan di tahun ini. Mungkin tidak semua, tetapi dia berjalan secara alami lewat sukarela tetapi terstruktur lewat birokrasi dan lewat tanggung jawab yang sudah direncanakan dengan baik," katanya.
Gabriel memberikan contoh sejumlah wilayah yang menjadi sasaran program tersebut antara lain Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Kepulauan Riau. Hal itu termasuk sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur.
1. Hampir 50 ribu ASN sudah jadi anggota Komcad

Lebih lanjut, Gabriel mengatakan, saat ini sudah ada hampir 50 ribu orang yang menjadi anggota Komcad. Data tersebut terkumpul sejak program Komcad dimulai pada 2021.
"Nah, jumlah sekarang puji syukur kurang lebih sekitar mendekati 50 ribu anggota komponen cadangan. Mereka terstruktur dan terkomposisi, baik itu Komcad yang bersifat reguler hingga Komcad yang bersifat dari ASN," katanya.
ASN Kemhan menjadi yang pertama sebagai Komcad. Selain itu, Kemhan juga membuka Komcad yang berasal dari badan usaha swasta. Pihak perusahaan bisa mengajukan diri ke Kemhan, jika ada yang berminat menjadi Komcad.
"Kami tahu perusahaan-perusahaan yang bekerja ini tidak bisa berjalan sendiri. Dia potretnya juga adalah potret negara. Negara adalah kita, kita adalah negara," tutur Gabriel.
Dengan begitu, Kemhan berharap, program Komcad tidak hanya berjalan di era pemerintahan saat ini, tetapi juga akan berlanjut di masa depan.
2. Target 2.000 ASN di gelombang pertama tak terpenuhi

Sebelumnya, Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema juga mengakui target Kemhan untuk menghadirkan 2.000 ASN pada gelombang pertama Komcad tidak terpenuhi. Gelombang pertama Komcad hanya diikuti 1.773 ASN.
"Gelombang pertama ini belum memenuhi 2.000 (ASN). Tetapi, nanti akan kami lengkapi di gelombang kedua (program Komcad)," kata dia.
Pada gelombang selanjutnya, Kemhan harus menghadirkan 2.227 ASN agar bisa genap 4.000 ASN yang ikut program Komcad pada 2026. Gabriel mengatakan program Komcad bagi ASN akan berlangsung 45 hari. Mereka akan dinyatakan resmi sebagai anggota Komcad pada 5 Juni 2026.
Usai menuntaskan program Komcad, ribuan ASN itu akan kembali bekerja di instansi masing-masing. Gabriel berharap pendidikan mental dan disiplin yang diperoleh dalam program Komcad bisa ikut terbawa ke instansi asalnya.
"Kami berharap ada nilai tambah dalam rangka untuk memantapkan bagaimana kebersamaan bisa menjawab dan melaksanakan program di lingkup kerja masing-masing," tutur dia.
3. Daftar tempat latihan dasar Komcad ASN

Berdasarkan keterangan dari Kemhan, total ada 1.927 ASN yang telah mengikuti sejumlah rangkaian seleksi, tetapi yang dinyatakan lulus hanya 1.773 orang. Sebanyak 150 orang dinyatakan tidak lulus.
Ribuan ASN yang lulus kemudian mengikuti pelatihan Komcad di enam lokasi terpisah, antara lain:


















