Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto baru berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) 11 hari pascagempa dengan magnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026). Prabowo berkunjung dan menyapa masyarakat yang mengungsi di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagakeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026).
Dalam momen tersebut, Prabowo mengaku mendapat laporan kalau program makan bergizi gratis (MBG) bermanfaat untuk masyarakat di Kabupaten Nagakeo.
"Kita akan bangun seluruh NTT kita bangun, seluruh Indonesia kita bangun. Kabupaten demi kabupaten, kecamatan demi kecamatan, desa demi desa kita bangun. Rakyat kita harus hidup dengan baik dan sejahtera," ujar Prabowo.
"Saya dapat laporan dari Bapak Bupati bahwa rakyat Kabupaten Nagekeo itu merasakan manfaat dari MBG, apa benar itu?" sambungnya.
Prabowo kemudian bertanya kepada para pengungsi, apakah program MBG diteruskan atau tidak.
"Mau diteruskan atau tidak," tanya Prabowo.
Dalam video yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, para pengungsi merespons dengan suara riuh.
Pada kunjungan itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan duka cita atas bencana yang terjadi di NTT.
"Saya datang untuk melihat langkah-langkah yang sudah diambil dan saya juga menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah yang kena bencana, ucapan belasungkawa saya, mereka yang kehilangan keluarganya," ucap Prabowo.
Mantan Menteri Pertahanan itu mengatakan, pemerintah pusat terus memantau dan memberikan dukungan bantuan kepada NTT. Menurutnya, semua bantuan sudah diberikan untuk mengatasi kesulitan yang ada di NTT.
"Ini masalah alam, kita waspadai, kita belajar, dan kita ambil langkah-langkah persiapan," kata dia.
Prabowo berjanji akan memperbaiki fasilitas publik, termasuk sekolah. Menurutnya, saat ini proses belajar dan mengajar di dalam tenda terlebih dulu.
"Sudah kita siapkan, perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, segera kita jalankan, mungkin untuk keamanan sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu, ya," ucap dia.
Prabowo mengatakan, berdasarkan para ahli, gempa susulan masih banyak terjadi di NTT. Kondisi aman diprediksi baru bisa terjadi dalam tiga pekan ke depan.
"Menurut para ahli, kita butuh kurang lebih sabar, mungkin maksimal mungkin tiga minggu lagi ya, baru relatif aman semuanya, kita mulai nanti bangun hunian-hunian sementara dan, perbaikan rumah-rumah dan sebagainya. Jadi, percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan Saudara sendiri. Kita hadir dan kita akan terus membantu saudara-saudara," imbuhnya.
