Buruh Perempuan Bagikan Panduan Aman Ikut Aksi Demo

- Buruh Perempuan mengingatkan peserta aksi agar tidak bergerak sendirian dan menerapkan buddy system.
- Peserta diminta menyiapkan kontak, baterai ponsel, titik temu, serta orang tepercaya di luar aksi.
- Jika terpisah atau situasi tidak aman, peserta diminta menghubungi kontak dan menjauh.
Jakarta, IDN Times - Buruh Perempuan mengingatkan peserta demonstrasi untuk tidak bergerak sendirian dan menerapkan buddy system, demi menjaga keselamatan selama mengikuti unjuk rasa. Peserta diminta selalu berpasangan atau berada dalam kelompok kecil dengan orang yang saling mengenal, percaya, dan peduli.
Dalam panduan #MerawatMelawan, Buruh Perempuan menekankan pentingnya kesiapan sebelum turun aksi. “Tentukan siapa buddy-mu.” Panduan tersebut juga meminta peserta menyiapkan kontak, titik temu, serta orang tepercaya di luar aksi. Berikut rangkuman yang dikutip IDN Times dari Instagram @buruhperempuan, Rabu (26/8/2026).
Panduan tersebut diunggah kembali, menyusul adanya rencana demonstrasi besar-besaran yang dipusatkan di depan gedung DPR RI pada Kamis, 27 Agustus 2026.
1. Jangan berangkat sendirian

Mobil komando yang disewa BEM UI mundur dan menandai aksi demo Selasa, 18 Agustus 2026 berakhir. (IDN Times/Santi Dewi) Buruh Perempuan meminta peserta aksi menentukan buddy sebelum berangkat. Kontak harus saling ditukar dan baterai ponsel dipastikan cukup. Peserta juga diminta menyepakati titik temu, apabila terpisah atau datang dari lokasi berbeda.
“Saling tukar kontak dan pastikan baterai ponsel cukup," tulis unggahan tersebut.
2. Saling cek kondisi saat aksi

Massa BEM UI dihadang aparat kepolisian saat hendak menggelar demo ke Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Saat aksi berlangsung, peserta diminta tetap bersama buddy dan rutin mengecek kondisi satu sama lain. Kondisi fisik menjadi perhatian, terutama ketika ada yang kelelahan, panik, atau membutuhkan bantuan.
“Usahakan tetap bersama buddy dan saling cek kondisi secara berkala."
3. Terpisah jangan langsung panik

Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono (Botok) saat ditanya soal adanya audiensi pimpinan DPR dengan Forum Komunikasi Rakyat Pati di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (24/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Jika terpisah, peserta diimbau menggunakan titik temu yang telah disepakati dan menghubungi buddy. Buruh Perempuan juga mengingatkan agar peserta segera memberi kabar kepada kontak tepercaya atau kontak darurat. Peserta juga jangan diminta langsung dan menjauh jika situasi berubah tidak aman.
Panduan keselamatan ini muncul di tengah rekam jejak aksi massa yang berujung persoalan hukum pada akhir Agustus 2025. Polri menyebut 5.444 orang ditangkap dalam rangkaian aksi tersebut, dengan 583 orang kemudian masih menjalani proses hukum.
Pada April 2026, Komnas Perempuan bersama lembaga HAM lain juga menyampaikan temuan terkait unjuk rasa dan kerusuhan Agustus-September 2025. Perempuan disebut berada dalam posisi rentan, termasuk ketika berhadapan dengan proses hukum sebagai korban, saksi, maupun pihak yang diproses.

















