Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Letda Jihad Tewas di Gudang Kopassus Sukoharjo, Diklaim Bukan Ditembak
Prajurit Kopassus yang bertugas di Danrem 181/PVT, Letnan Dua Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid. (Dokumentasi Penrem 181 PVT)
  • Kopassus membenarkan Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid meninggal di Gudang Senjata Grup 2 Kopassus, Kartasura, pada 24 Oktober 2026, dan membantah kabar bahwa ia ditembak sengaja.

  • Kopassus menyebut pistol yang sedang dikosongkan oleh prajurit di dalam gudang tiba-tiba meletus ke arah pintu dan mengenai Jihad di luar; insiden diduga akibat kelalaian.

  • Kasus telah dilimpahkan ke Denpom IV/Surakarta dengan rekaman CCTV sebagai barang bukti, sementara keluarga menuntut pengusutan transparan terkait kronologi, pelaku, dan proses peradilan militer.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu, 24 Oktober 2026

Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid tewas setelah pistol yang sedang dikosongkan di gudang senjata Grup 2 Kopassus meletus ke arah pintu dan pelurunya mengenainya di luar gudang.

Minggu, 25 Oktober 2026

Jenazah Letda Jihad dimakamkan secara militer di Taman Makam Bahagia Kota Sorong.

Senin malam, 26 Oktober 2026

Kasus penembakan dilimpahkan kepada Denpom IV/Surakarta untuk penyidikan lebih lanjut.

Selasa (27/10/2026)

Kopassus membenarkan kematian Letda Jihad, membantah ia ditembak secara sengaja, dan menyatakan insiden diduga terjadi akibat kelalaian serta ketidaksengajaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid meninggal setelah terkena tembakan dari pistol yang meletus di Gudang Senjata Peralatan Grup 2 Kopassus. Kopassus menyatakan insiden itu diduga akibat kelalaian dan ketidaksengajaan.
  • Who?
    Korban adalah Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid, Pa Yon 26 Grup Kopassus. Seorang prajurit yang identitasnya belum diumumkan diduga berada di dalam gudang saat mengosongkan senjata.
  • Where?
    Insiden terjadi di Gudang Senjata Peralatan Grup 2 Kopassus, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Jenazah korban dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Kota Sorong.
  • When?
    Insiden terjadi pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Jenazah dimakamkan pada Minggu, 25 Oktober 2026, sedangkan perkara dilimpahkan ke Denpom IV/Surakarta pada Senin malam, 26 Oktober 2026.
  • Why?
    Pistol diduga meletus saat proses pengosongan senjata, lalu pelurunya mengarah ke pintu dan mengenai korban di luar gudang. Penyebab pistol meletus per saat ini masih belum diketahui.
  • How?
    Saat serah terima dokumen dan pistol berlangsung, korban menunggu di luar gudang. Senjata yang sedang dikosongkan meletus dan pelurunya menembus pintu. Rekaman CCTV menjadi barang bukti penyidikan Denpom IV/Surakarta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Letda Jihad Ahmad meninggal saat ada urusan pistol di gudang Kopassus di Kartasura. Ia menunggu di luar. Pistol di dalam gudang tiba-tiba meletus dan pelurunya mengenai Jihad. Kopassus bilang ini diduga tidak sengaja. Polisi Militer sedang memeriksa kejadian itu. Keluarga Jihad minta semuanya dijelaskan dengan jelas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah duka atas wafatnya Letda Jihad Ahmad Al-Rasyid, terdapat dasar bagi penanganan yang lebih terang: rekaman CCTV disebut mendokumentasikan peristiwa, sementara perkara telah dilimpahkan kepada Detasemen Polisi Militer untuk penyidikan. Penghormatan militer pada pemakamannya dan tuntutan keluarga akan penjelasan menyeluruh menempatkan penghormatan serta akuntabilitas sebagai perhatian utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) membenarkan ada salah satu anggotanya yang tewas di Gudang Senjata Peralatan Grup 2 Kopassus, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Prajurit yang diketahui bernama Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid itu bertugas sebagai Pa Yon 26 Grup Kopassus. Namun, Kopassus membantah Jihad meninggal ditembak seperti kabar yang beredar di media sosial.

"Betul, salah satu korban meninggal dunia merupakan anggota kami. Almarhum bernama Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid," ungkap Kepala Penerangan Kopassus, Kolonel Indra Mardianto kepada IDN Times melalui pesan pendek, Selasa (27/10/2026).

"Secara kronologis, almarhum meninggal tidak seperti yang disebutkan di media sosial," tegasnya.

Perwira menengah di TNI AD itu mengisahkan peristiwa tersebut bermula saat berlangsung serah terima sejumlah dokumen administrasi dan senjata pistol di gudang senjata.

"Informasi sementara, awalnya serah terima beberapa dokumen administratif dan senjata pistol, lokasinya di gudang senjata tersebut," tutur Indra.

Ketika itu, Letda Jihad menunggu di luar gudang. Sementara, terdapat prajurit lain yang berada di dalam gudang untuk mengosongkan senjata.

1. Terduga pelaku tidak sengaja menembak peluru ke arah korban

ilustrasi Penembakan (IDN Times/Aditya Pratama)

Indra menjelaskan, proses pengosongan senjata biasanya dilakukan dengan mengokang pistol menggunakan magasin kosong. Senjata juga harus diarahkan ke atas, ke arah yang aman, atau ke gun clearing trap, yakni perangkat pengaman untuk menampung peluru saat senjata dikosongkan.

“(Tapi) tiba-tiba senjata meletus mengarah ke pintu, tembus ke arah korban yang berada di luar,” kata dia.

Namun, Indra tidak menjelaskan penyebab pistol tersebut tiba-tiba meletus. Ia hanya menyebutkan ada beberapa orang di lokasi saat peristiwa tersebut terjadi.

Ketika ditanya terduga pelaku yang diklaim tidak sengaja menembak Letda Jihad, Indra enggan mengungkap identitasnya. Ia hanya menyebut kasus tersebut akan dilimpahkan ke Detasemen Polisi Militer untuk diperiksa lebih lanjut.

2. Penembakan terjadi diduga akibat ketidaksengajaan

(Ilustrasi Kopassus) ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa

Indra kembali menggarisbawahi kejadian di gudang senjata itu diduga kuat murni akibat kelalaian dan ketidaksengajaan. Semua peristiwa itu terekam di kamera CCTV.

"Dari barang bukti itu, bisa terang benderang proses hukumnya," kata Indra.

Kasusnya sejak Senin malam, 26 Oktober 2026, sudah dilimpahkan ke Denpom IV/Surakarta, untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

3. Keluarga minta agar kematian Letda Jihad diusut tuntas

Jenazah Letnan Dua Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid dimakamkan pada Minggu kemarin di Kota Sorong. (Dokumentasi Istimewa)

Sementara, Keluarga Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid mendesak Mabes TNI dan Komando Pasukan Khusus mengusut tuntas kematian perwira muda tersebut, yang diduga tertembak saat bertugas di Solo. Keluarga meminta transparansi mengenai kronologi kejadian, status hukum terduga pelaku, dan proses penanganan perkara melalui peradilan militer.

Jenazah Jihad sudah dimakamkan secara militer di Taman Makam Bahagia Kota Sorong pada Minggu, 25 Oktober 2026. Kedatangan jenazah dikawal langsung oleh Dangrup 2 Kopassus Brigjen TNI Edwin Apria Candra.

Almarhum merupakan putra kedua dari Kapenrem 181/PVT Sorong Mayor Inf Triyana dan Sekretaris Dinas PM-PTSP Kota Sorong, Zainab Jelfoom.

Perwakilan keluarga, Lantoga Sapua, mengatakan keluarga masih membutuhkan penjelasan menyeluruh mengenai insiden yang merenggut nyawa Jihad. Sejauh ini, keluarga baru menerima informasi awal bahwa terduga pelaku telah ditangani secara internal oleh kesatuan.

Namun, keluarga belum memperoleh penjelasan terperinci mengenai kronologi kejadian maupun status hukum terduga pelaku.

Curated For You

Editorial Team

Related Article