Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cegah Krisis, Inggris Minta Warga Siapkan Pasokan Darurat untuk 3 Hari

3 min read
Cegah Krisis, Inggris Minta Warga Siapkan Pasokan Darurat untuk 3 Hari
Bendera Inggris (magnific.com/gpointstudio)
  • Pemerintah Inggris meluncurkan kampanye "Be Ready", mengimbau keluarga menyiapkan pasokan mandiri selama 72 jam untuk menghadapi gangguan layanan umum tanpa memicu kepanikan.
  • Warga disarankan menyimpan air, makanan tahan lama, senter, baterai, power bank, radio, P3K, obat, uang tunai, dokumen penting, serta kebutuhan bayi dan hewan peliharaan.
  • Panduan dipicu risiko gangguan infrastruktur, ancaman Rusia, serangan siber AI, dan cuaca ekstrem; kebutuhan diminta dibeli bertahap dengan dukungan bagi kelompok rentan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris melalui Kantor Kabinet resmi menerbitkan panduan kesiapsiagaan darurat nasional lewat kampanye bertajuk "Be Ready". Panduan ini mengimbau setiap keluarga untuk menyiapkan pasokan kebutuhan mandiri selama minimal tiga hari atau 72 jam guna menghadapi potensi gangguan layanan umum.

Langkah tersebut merupakan upaya pemerintah Inggris dalam memperkuat ketahanan masyarakat tanpa memicu kepanikan. Imbauan ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap berbagai risiko krisis, mulai dari potensi ancaman militer dan nonmiliter Rusia, serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.

  1. 1. Daftar kebutuhan darurat yang perlu disiapkan warga Inggris

    ilustrasi belanja di supermarket
    ilustrasi belanja di supermarket (pexels.com/Kampus Production)

    Dalam panduan tersebut, pemerintah menyarankan warga menyimpan air minum minimal tiga liter per orang untuk setiap hari atau sembilan liter selama tiga hari, serta makanan tahan lama seperti makanan kaleng, biskuit, dan buah kering. Warga juga diimbau menyiapkan senter baterai sebagai pengganti lilin agar terhindar dari risiko kebakaran, baterai cadangan, pengisi daya portabel (power bank), radio FM manual, kotak P3K, obat rutin, uang tunai pecahan kecil, salinan dokumen penting, hingga perlengkapan bayi dan pakan hewan peliharaan.

    "Masyarakat yang mampu mengikuti anjuran ini diharapkan segera melaksanakannya agar dapat meringankan beban petugas darurat dalam memprioritaskan bantuan bagi warga yang paling membutuhkan," kata Menteri Keamanan Inggris, Dan Jarvis, dilansir The Business Standard.

    Direktur Ketahanan Palang Merah Inggris, Laura Scott, turut menyambut baik penerbitan panduan tersebut. Menurutnya, persiapan sederhana di rumah dapat membuat warga lebih siap membantu keluarga, kerabat, dan tetangga saat krisis terjadi.

  2. 2. Berbagai risiko krisis yang melatarbelakangi penerbitan panduan darurat

    ilustrasi tas darurat (unsplash.com/Mat Napo)
    ilustrasi tas darurat (unsplash.com/Mat Napo)

    Panduan kesiapsiagaan ini disusun berdasarkan pembaruan Daftar Risiko Nasional yang memetakan kerentanan fasilitas umum terhadap gangguan air bersih, pemadaman listrik, hingga peretasan sistem perbankan dan jalur logistik. Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, juga menyoroti potensi gangguan dari negara pesaing, termasuk aktivitas kapal pengintai militer Rusia yang memetakan jaringan kabel komunikasi bawah laut dan pipa energi penghubung Inggris dengan daratan Eropa.

    Di samping risiko keamanan dan serangan siber, pemerintah Inggris mengantisipasi bencana alam yang makin sering terjadi akibat perubahan iklim. Sejumlah bencana seperti Badai Goretti yang memutus aliran listrik puluhan ribu rumah, ancaman kekeringan, serta kebakaran lahan pada musim panas turut mempercepat peluncuran program ini.

  3. 3. Upaya pemerintah Inggris mencegah kepanikan warga saat berbelanja

    ilustrasi belanja bulanan (unsplash.com/Marie-Michèle Bouchard)
    ilustrasi belanja bulanan (unsplash.com/Marie-Michèle Bouchard)

    Pemerintah menegaskan bahwa kampanye ini bertujuan menyamakan standar pertahanan sipil Inggris dengan Prancis, Irlandia, dan Belanda. Warga pun diminta mengumpulkan barang kebutuhan darurat secara bertahap saat berbelanja rutin agar tidak memicu aksi borong (panic buying) seperti yang sempat terjadi pada awal pandemi COVID-19.

    "Langkah ini bukan untuk menimbun barang karena panik, melainkan pencegahan yang masuk akal melalui persiapan sederhana hari ini demi keamanan esok hari," ujar mantan Wakil Perdana Menteri Inggris, Oliver Dowden, saat merintis program tersebut.

    Untuk memastikan kesiapsiagaan yang merata, kampanye ini melibatkan lebih dari 500 organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga amal guna mendampingi kelompok rentan. Warga lanjut usia serta keluarga yang memiliki anak kecil juga didorong mendaftar ke layanan gratis Priority Services Register agar perusahaan penyedia listrik, air, dan gas dapat memprioritaskan penyaluran bantuan saat pasokan terganggu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More