Jakarta, IDN Times – Di salah satu sudut rumah sederhana Kelurahan Pucangsawit, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Mak Painah (73) keluar menuju area pemakaman. Dari pekerjaan berjualan bunga dan membersihkan makam, ia bisa membesarkan Aditya Herlambang.
Sejak suaminya meninggal, Mak Painah hidup sebatang kara bersama sang anak asuh, Aditya yang ia besarkan sejak bayi. Penghasilannya tidak menentu. Kadang hanya cukup untuk makan hari itu saja. Kadang lebih sedikit lagi, bahkan tidak sampai Rp10 ribu.
Setiap pagi, ia memungut bunga kamboja yang gugur serta membersihkan makam yang dikunjungi peziarah. Pekerjaan yang mungkin terlihat sederhana, tapi dari situlah ia bertahan hidup.
Dari situ juga, ia membesarkan Aditya. Awalnya, hanya dititipkan sebentar. Tapi orangtua kandungnya tidak pernah kembali, dan sejak itu Mak Painah mengurus semua kebutuhan hidup Aditya.
“Sudah saya anggap anak sendiri,” ucap Mak Painah dalam keterangan, Kamis (28/5/2026).
