Jakarta, IDN Times - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah menghadapi persoalan baru di tengah perluasan pelaksanaannya. Selain soal pemerataan penerima, makanan yang tidak dikonsumsi hingga berakhir di tempat sampah mulai menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Persoalan tersebut disoroti Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam kolom opininya di laman Fulcrum.Sg. Burhanuddin menilai, persoalan utama MBG bukan hanya soal jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga ketepatan sasaran program.
“Program makan gratis Indonesia tidak menjangkau wilayah yang paling membutuhkan,” tulis Burhanuddin dalam opininya yang dimuat Fulcrum pada (1/9/2026). Burhanuddin telah mengizinkan IDN Times untuk mengutip opininya.
Menurut Burhanuddin, desain kebijakan perlu dikaji ulang agar manfaat MBG lebih banyak diterima kelompok yang memang membutuhkan. Ia menilai pelaksanaan program saat ini memperlihatkan adanya kelompok masyarakat yang membutuhkan makanan bergizi, tetapi belum memperoleh MBG secara memadai.
“Untuk mewujudkannya, kebijakan ini perlu dirancang ulang,” ujar Burhanuddin.
