Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Megawati Sampaikan Pesan Duka Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
Megawati Soekarnoputri terima Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di kediamannya, Menteng, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Dok. PDIP)
  • Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dan mengirimkan pesan resmi kepada Pemerintah Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta.
  • Ia menilai Khamenei sebagai sosok patriotik yang memiliki semangat perjuangan serupa dengan Bung Karno, serta mengagumi pemikiran tentang kebangsaan dan keadilan sosial.
  • Khamenei dilaporkan tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel, dengan prosesi pemakaman digelar di Grand Mosalla setelah tercapai gencatan senjata sementara antara Iran dan AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Megawati sedih karena Ayatollah Ali Khamenei meninggal. Beliau pemimpin besar dari Iran yang dulu juga kenal dengan Bung Karno. Megawati kirim pesan duka lewat Kedutaan Iran di Jakarta. Sekarang orang-orang di Iran berduka dan upacara untuk Khamenei sudah dimulai setelah perang berhenti sebentar supaya bisa dimakamkan dengan tenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, berduka atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Ia mengatakan, kepergian pemimpin tertinggi Iran itu membuat rakyat Iran sangat kehilangan.

Adapun, pesan duka tersebut telah dikirimkan kepada Pemerintah Republik Islam Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Pesan itu telah ditayangkan oleh salah satu stasiun TV Iran.

"Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia," kata Megawati dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Megawati menyampaikan, Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya pemimpin politik dan tokoh agama, melainkan juga sosok patriotik yang memiliki semangat perjuangan serupa dengan Presiden pertama RI, Soekarno atau Bung Karno.

"Bagi saya pribadi, sosok Ayatollah Ali Khamenei bukanlah sekadar pemimpin politik atau tokoh agama dari bangsa Iran yang dikenal sangat patriotik dan tidak pernah mengenal kata menyerah. Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno," ujar putri mendiang Soekarno itu.

Ayatollah Ali Khamenei sejak muda mengenal dan mengagumi pemikiran Bung Karno. Sebab itu, menurutnya, tak heran jika Khamenei turut merumuskan jalan bangsa Iran melalui sintesis antara agama, kebangsaan, dan keadilan sosial.

Megawati juga mengenang kunjungannya ke Teheran pada 2004, ketika masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam pertemuan itu, ia berkesempatan bertatap muka langsung dengan Ali Khamenei.

"Saat itu, saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam. Beliau adalah seorang ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip, sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya," kata dia.

Megawati mengatakan, Ayatollah Ali Khamenei juga menjadikan Pancasila dan semangat Bandung sebagai salah satu referensi penting dalam membangun visi Iran yang merdeka dan bermartabat. Hal itu merupakan pengakuan atas kedekatan sejarah.

Oleh karena itu, Megawati menegaskan kembali keberpihakannya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak.

"Kepada keluarga besar Almarhum, para pemimpin dan ulama Iran, serta seluruh rakyat Iran, izinkan saya menyampaikan doa yang paling tulus. Semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang melapangkan jalan bagi beliau, menerima seluruh amal perjuangannya, dan mengampuni segala kekhilafannya," imbuh dia.

Diketahui, Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memicu perang di Timur Tengah. Prosesi pemakaman sempat ditunda ketika konflik masih berlangsung, namun kini dilaksanakan setelah Iran dan AS mencapai kesepakatan awal untuk menghentikan pertempuran melalui gencatan senjata yang masih dinilai rapuh.

Grand Mosalla disiapkan sebagai lokasi penghormatan terakhir bagi Khamenei selama tiga hari. Kompleks itu dihiasi berbagai spanduk bergambar Khamenei beserta kutipan-kutipannya sebagai penghormatan kepada sosok yang memimpin Iran selama puluhan tahun.

Curated For You

Editorial Team

Related Article