Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Malam Nuzulul Quran yang Jatuh pada Hari ke-17 Ramadan
Ilustrasi membaca Al Quran (pexels.com/SERHAT TUĞ)

  • Peristiwa turunnya wahyu Al-Qur'an pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, menandai awal kerasulan dan dakwah Islam. Di Indonesia diperingati setiap 17 Ramadan meski ada perbedaan pendapat ulama mengenai tanggal pastinya.

  • Alquran diturunkan dalam dua tahap: dari Lauh Mahfudz ke langit dunia secara utuh, lalu diturunkan bertahap oleh Jibril kepada Nabi selama 23 tahun. Imam Ibnu Katsir menyebut dua versi waktu turun (17 atau 24 Ramadan), dan Indonesia menggunakan pendapat 17 Ramadan.

  • Empat amalan utama: memperbanyak baca Alquran, memperbanyak dzikir, shalat malam, dan i'tikaf di masjid untuk memaksimalkan ibadah di malam bersejarah tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Umat Islam di berbagai belahan dunia akan memperingati malam Nuzulul Qur'an yang jatuh pada pertengahan bulan suci Ramadan. Jika mengikuti arahan pemerintah dalam penetapan awal puasa, malam Nuzulul Qur'an tahun ini bertepatan dengan Sabtu, 7 Maret 2026.

Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, muhammadiyah.or.id, Jumat (27/2/2026), Nuzulul Qur'an merupakan peristiwa agung yang menandai awal mula turunnya wahyu Al Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa ini menjadi momen penting yang menandai kerasulan Nabi Muhammad dan awal penyebaran Islam.

Dalam tradisi Islam di Indonesia, Nuzulul Qur'an diperingati setiap 17 Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti tadarus, pengajian, dan kajian khusus tentang Al Qur'an.

Namun, sedikit yang menyadari penetapan 17 Ramadan sebagai malam turunnya Al Qur'an dan masih menjadi pembahasan di kalangan ulama. Hal ini disebabkan adanya perbedaan pendapat mengenai waktu pasti turunnya wahyu pertama tersebut berdasarkan riwayat-riwayat yang ada.

Terlepas dari perbedaan penetapan tanggal tersebut, esensi dari peringatan Nuzulul Qur'an adalah untuk kembali merenungkan proses diturunkannya kitab suci umat Islam.

1. Sejarah turunnya Al Qur'an

Ilustrasi Kitab Alquran (Unplash/Madrosah Sunnah)

Mengutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama, islam.nu.or.id, para ulama menjelaskan Al Qur'an diturunkan melalui beberapa tahapan, tidak sekaligus dalam satu waktu, sehingga pemahaman mengenai sejarah ini penting untuk diketahui setiap muslim.

Syekh Muhammad Sayyid At-Thanthawi dalam karya tafsirnya menjelaskan, Al Qur'an diturunkan melalui dua tahapan utama. Tahapan pertama, Allah SWT menurunkan Al Qur'an dari Lauh Mahfudz ke langit dunia secara menyeluruh. Tahapan berikutnya, Allah SWT memerintah Malaikat Jibril untuk menurunkannya kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun.

Proses bertahap ini disesuaikan dengan kebutuhan umat Islam saat itu, baik turun sebagai hukum, respons terhadap suatu kejadian, sebagai perintah atau larangan, maupun sebagai kisah dari umat-umat sebelumnya, sebagaimana ditulis dalam Tafsir Al-Wasith lil Qur'anil Azhim karya Syekh At-Thanthawi.

Mengenai waktu pertama kali Al Qur'an diturunkan dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan permulaan wahyu diturunkannya Al Qur'an kepada Rasulullah SAW bertepatan dengan hari Senin pada malam 17 bulan Ramadan.

Namun, dalam kitab yang sama, Imam Ibnu Katsir juga menyebutkan pendapat lain yang mengatakan peristiwa tersebut bertepatan dengan 24 Ramadan. Dengan berpijak pada pendapat Imam Ibnu Katsir yang menyebutkan 17 Ramadan, maka tidak salah jika di Indonesia dan negara-negara muslim lainnya memperingati malam Nuzulul Qur'an bertepatan pada malam 17 Ramadan.

2. Amalan memperbanyak membaca Al Qur'an dan zikir

ilustrasi membaca Al Quran (pexels.com/Thirdman)

Tak hanya itu, pada malam Nuzulul Qur'an, umat Muslim dianjurkan memperbanyak membaca Al Qur'an. Mengutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), membaca kitab suci ini menjadi amalan yang sangat utama saat Ramadan.

Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Nu'man Ibnu Basyir tentang keutamaan membaca Al Qur'an. Selain itu, dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan pada malam Nuzulul Qur'an, Malaikat Jibril memerintahkan Nabi Muhammad SAW membaca Al Qur'an dengan berbagai macam bacaannya dan memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam.

Sementara, memperbanyak zikir juga menjadi amalan yang dianjurkan pada malam Nuzulul Qur an. Berzikir merupakan amalan mulia seorang muslim yang berusaha terus istiqamah mengingat Allah SWT. Keutamaan zikir dijelaskan dalam QS Al-Ankabut ayat 45 bahwa mengingat Allah atau zikrullah itu lebih besar keutamaannya daripada ibadah yang lain.

3. Amalan salat malam dan iktikaf

ilustrasi kegiatan iktikaf di masjid (pexels.com/Ahmet Polat)

Amalan selanjutnya yang dianjurkan pada malam Nuzulul Qur'an adalah melakukan salat malam. Salat malam adalah ibadah yang sangat mulia setelah salat lima waktu. Dalam hadis riwayat Ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Awsath disebutkan, kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam dan kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia.

Salat malam dapat dilakukan dalam bentuk salat tahajud, salat hajat, atau salat-salat sunah lainnya yang dikerjakan pada waktu malam setelah tidur atau pada sepertiga malam terakhir.

“Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam. Kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia,” (HR Ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Awsath).

Kemudian, umat muslim juga dapat melakukan iktikaf di masjid pada malam Nuzulul Qur'an. Iktikaf dilakukan dengan niat berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah SWT. Dalam kegiatan tersebut, seseorang dapat melakukan berbagai amalan yang telah disebutkan sebelumnya seperti membaca Al Qur'an, berzikir, dan melakukan salat malam.

Iktikaf dilakukan dengan niat melakukan ibadah tersebut karena Allah SWT, sehingga seluruh waktu yang dihabiskan di masjid menjadi bernilai ibadah. Amalan ini menjadi sarana untuk memaksimalkan upaya mendapatkan kemuliaan di malam bersejarah turunnya Al Qur'an.

Editorial Team