Jakarta, IDN Times – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu ancaman di Indonesia pada 2026. Upaya pencegahan perlu dilakukan untuk menekan risiko kebakaran dan dampaknya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki Sistem Peringatan Dini Kebakaran Hutan dan Lahan (Spartan), untuk memperkirakan tingkat bahaya karhutla tersebut.
Sistem ini memanfaatkan parameter cuaca untuk memantau potensi kebakaran, pencegahan, dan mitigasi karhutla hingga tujuh hari ke depan. Sistem ini memperhitungkan kondisi lingkungan melalui parameter cuaca, bukan mendeteksi sumber panas atau penyulut api secara langsung.
Selain itu, sistem ini menampilkan informasi bahaya karhutla melalui peta, sehingga kondisi di berbagai wilayah di Indonesia dapat dipantau secara visual. Berikut cara kerja Spartan BMKG.
