Tak Perlu Ribet, Siswa Manokwari Kini Bisa Daftar Beasiswa dari Sekolah

Siswa di Kabupaten Manokwari Selatan dapat mendaftar Beasiswa ADiK melalui sekolah dengan mengisi formulir daring dan mengirimkan dokumen didampingi guru.
Digitalisasi pendaftaran membantu siswa menghemat waktu dan biaya perjalanan karena tidak perlu selalu datang ke kantor Dinas Pendidikan.
Tim Ekspedisi Patriot ITS berharap sistem ini memperluas akses informasi beasiswa dan meningkatkan jumlah pendaftar.
Jakarta, IDN Times – Mengurus beasiswa kini tak harus selalu identik dengan perjalanan jauh dan antre di kantor pemerintahan. Pelajar di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, kini bisa melakukan pendaftaran beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK) melalui sekolah masing-masing.
Terobosan ini memungkinkan siswa mengisi formulir pendaftaran secara daring serta mengirimkan dokumen persyaratan dengan didampingi guru. Dengan begitu, siswa yang tinggal jauh dari pusat layanan pemerintah tak perlu selalu datang ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan pendaftaran awal.
Digitalisasi sistem pendaftaran tersebut merupakan inisiatif Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses siswa terhadap informasi dan kesempatan memperoleh beasiswa.
1. Tak perlu keluar biaya perjalanan untuk daftar beasiswa

Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) saat sosialisasi digitalisasi sistem pendaftaran beasiswa pada guru dan tenaga pendidik. (Dok. Tim Ekspedisi Patriot ITS) Bagi siswa di daerah dengan akses layanan yang tidak selalu mudah, sistem pendaftaran secara daring menjadi angin segar. Mereka bisa mengurus tahap awal pendaftaran dari sekolah dengan bantuan guru.
Lionel Immanuel, siswa SMA Negeri 1 Ransiki, mengaku sistem tersebut membuat proses pendaftaran beasiswa ADiK menjadi lebih mudah.
“Dengan adanya formulir digital ini, kami lebih mudah melakukan pendaftaran Beasiswa ADiK karena bisa mendapatkan bantuan dari guru di sekolah saat mengisi data dan menyiapkan dokumen. Kami juga tidak perlu selalu pergi ke kantor Dinas Pendidikan untuk mengurus pendaftaran awal, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan,” ujar Lionel dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Inisiatif tersebut sekaligus menjadi upaya menjembatani siswa yang rumahnya jauh dari pusat layanan pemerintah, agar tetap memiliki akses terhadap peluang pendidikan tinggi.
2. Pemkab berharap jumlah pendaftar ADiK meningkat

(Tim Ekspedisi Patriot ITS) Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan menyambut positif digitalisasi pendaftaran Beasiswa ADiK yang digagas Tim Ekspedisi Patriot ITS. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari Selatan, Agus Mandacan, mengatakan jumlah pendaftar Beasiswa ADiK selama ini belum memenuhi target yang ditetapkan.
Menurutnya, sistem digital diharapkan dapat membuat informasi mengenai beasiswa menjangkau lebih banyak siswa sekaligus mempermudah proses pendaftaran.
“Selama ini, jumlah pendaftar Beasiswa ADiK belum pernah memenuhi target yang ditetapkan. Kami berharap melalui sistem pendaftaran digital ini, informasi dan proses pendaftaran dapat menjangkau lebih banyak siswa sehingga target pendaftar dapat tercapai. Pada akhirnya, semakin banyak siswa yang memanfaatkan kesempatan beasiswa ini, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan jumlah lulusan sarjana di Kabupaten Manokwari Selatan,” ujar Agus.
3. Dari digitalisasi hingga dorongan lahirkan sarjana baru

Ilustrasi kampus atau universitas. (IDN Times/Muhammad Surya) Untuk meningkatkan antusiasme siswa, Tim Ekspedisi Patriot ITS tak hanya membuat formulir daring. Mereka juga menyusun modul alur pendaftaran beasiswa dan menyosialisasikan sistem tersebut di dua sekolah di kawasan Ransiki, Papua Barat.
Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pendidikan sebagai kunci kebangkitan bangsa Indonesia.
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan harapan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), agar Tim Ekspedisi Patriot dapat melahirkan generasi muda berjiwa patriot yang siap membangun berbagai daerah.
“Program Transmigrasi Patriot mampu mendorong lahirnya generasi muda berjiwa patriot yang siap membangun berbagai daerah. Saya mengapresiasi Menteri Transmigrasi beserta jajaran yang menghadirkan program strategis bagi pembangunan nasional berkeadilan,” ujar AHY pada 17 Mei 2026.
Pesan mengenai manfaat yang berkelanjutan juga menjadi bagian dari program tersebut. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan transformasi transmigrasi tidak berhenti pada perpindahan penduduk, tetapi harus memastikan kesejahteraan tumbuh di kawasan tersebut.
“Transformasi transmigrasi hari ini bukan sekadar memindahkan penduduk, melainkan bagaimana memastikan kesejahteraan tumbuh di kawasan tersebut,” ujar Iftitah.
Dengan digitalisasi pendaftaran ADiK, siswa di Manokwari Selatan kini memiliki jalur yang lebih dekat untuk mengakses peluang pendidikan tinggi. Bagi daerah yang selama ini menghadapi kendala jarak dan rendahnya jumlah pendaftar, langkah sederhana berupa formulir digital ini diharapkan bisa membuka jalan bagi lebih banyak anak muda menuju bangku kuliah.
























