Yenny Wahid: Karhutla Sudah Bencana Internasional, Jangan Gengsi

Yenny Wahid menilai karhutla telah menjadi bencana internasional karena asapnya melampaui wilayah Indonesia dan berdampak pada negara lain.
Ia meminta pemerintah menerima realita serta menyikapi penanganan karhutla secara bijaksana dengan membuka diri terhadap bantuan dari negara lain.
Menurut Yenny, Indonesia tidak perlu gengsi menerima bantuan negara tetangga ASEAN, termasuk teknologi lebih canggih, demi mempercepat penanganan dampak karhutla.
Jakarta, IDN Times - Putri kedua Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, menilai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak lagi sekadar menjadi bencana nasional, tetapi juga telah menjadi bencana internasional. Sebab, asap karhutla telah melampaui batas wilayah Indonesia dan berdampak pada negara lain.
"Namanya asap kebakaran hutan itu sudah melampaui batas-batas wilayah nasional kita, sehingga sifatnya sebetulnya bukan cuma bencana nasional, tapi sudah bencana internasional, karena dia sudah berdampak pada negara-negara lain," ucap Yenny di Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026) malam.
1. Pemerintah harus terima realita

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Dok. BNPB) Yenny meminta pemerintah agar menindaklanjuti bencana dengan bijaksana dan menerima realita, sehingga mau menerima bantuan negara lain.
"Jadi memang ya kita harus menyikapi realita itu dengan bijaksana. Siapa saja yang ingin membantu agar masalah karhutla ini bisa diselesaikan dengan baik, maka kita sambut dengan tangan terbuka," katanya.
2. Tidak perlu gengsi terima bantuan negara tetangga

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Dok. BNPB) Indonesia, kata Yenny, tidak perlu malu menerima bantuan negara tetangga, karena kondisi ini bukan berarti menunjukkan bahwa Indonesia lemah.
"Tidak perlu gengsi, dan ini tidak kemudian menunjukkan bahwa kita menjadi bangsa yang lemah atau bangsa yang kecil, tidak sama sekali,” ujar dia.
3. Sambut bantuan dengaan tangan terbuka

Proses pemadaman karhutla di Sumsel (Dok: Manggala Agni) Yenny mengatakan, negara-negara tetangga di kawasan ASEAN memiliki kepentingan yang sama dengan Indonesia, untuk memastikan karhutla segera teratasi. Terlebih, masyarakat di wilayah terdampak, termasuk Kalimantan, turut merasakan dampak kebakaran tersebut.
Dia menilai, negara-negara yang memiliki kemampuan untuk membantu sebaiknya diberi kesempatan berkontribusi dalam penanganan karhutla. Apalagi, sejumlah negara mungkin memiliki teknologi yang lebih maju untuk mendukung upaya tersebut.
“Semua orang yang punya aspirasi yang sama, punya kemampuan untuk bisa membantu kita, mari kita sambut dengan tangan terbuka. Karena mungkin ada negara-negara tetangga kita yang punya teknologi yang lebih, yang canggih, itu tidak ada masalah, ini bukan dosa untuk kita manfaatkan, menurut pendapat saya,” katanya.






















