Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menhan Sjafrie Sampaikan Duka Cita ASN Kemenekraf Wafat saat Komcad

3 min read
Menhan Sjafrie Sampaikan Duka Cita ASN Kemenekraf Wafat saat Komcad
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin ketika memberikan pengarahan kepada para peserta gelombang II Komcad ASN di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (www.instagram.com/@sjafrie.sjamsoeddin)
  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan duka atas wafatnya ASN Kemenekraf Vanreko Varkas Bagaskara, 28 tahun, saat latihan Komcad; rumah sakit menyebut komplikasi heatstroke.
  • Sjafrie berharap peserta Komcad ASN menerapkan disiplin, integritas, semangat pengabdian, serta peningkatan kompetensi dalam kinerja dan menjadi teladan di lingkungan kerja maupun masyarakat.
  • YLBHI mendesak pelibatan ASN dalam Komcad dihentikan dan kematian Vanreko diusut independen, menyoroti dugaan kelalaian serta pentingnya pencegahan heatstroke selama latihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, mengucapkan duka cita atas meninggalnya ASN Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf), Vanreko Varkas Bagaskara, ketika mengikuti latihan dasar militer. ASN berusia 28 tahun itu meninggal pada Sabtu (26/9/2026). Berdasarkan keterangan dari rumah sakit, Vanreko meninggal akibat komplikasi heastroke.

"Dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Vanreko Varkas Bagaskara, peserta latihan dasar kemiliteran komponen cadangan ASN Kementerian/Lembaga Gelombang II," ujar Sjafrie yang ditulis di dalam akun media sosialnya yang dikutip pada Selasa (29/9/2026).

Dia mendoakan agar Vanreko mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Mantan Pangdam Jaya itu turut menyebut dedikasi dan semangat pengabdian Vanreko ketika mengikuti komcad merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara yang patut dihormati.

Sementara, wafatnya Vanreko sempat diisukan diminta agar tidak disampaikan ke ruang publik. Meninggalnya ASN muda tersebut kembali menjadi sorotan terhadap pengaruh militer yang telah melebar ke kehidupan ASN.

  1. 1. Sjafrie minta ASN mampu jadi teladan di lingkungan kerja usai mengikuti komcad

    Sjafrie Sjamsoeddin
    Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin ketika memberikan pengarahan kepada para peserta gelombang II Komcad ASN di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (www.instagram.com/@sjafrie.sjamsoeddin)

    Dalam unggahan di akun media sosialnya, Sjafrie turut menggarisbawahi Komcad ASN harus mampu menjadi teladan di lingkungan kerja maupun masyarakat usai mengikuti program selama 45 hari itu. Teladan itu ditunjukkan melalui sikap disiplin, semangat pengadian, serta komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri.

    "Bekal latihan diharapkan tidak hanya berhenti sebagai pengalaman tetapi ikut diwujudkan dalam kinerja, prestasi, serta perubahan nyata secara mental, fisik maupun intelektual," kata Sjafrie.

    Dia juga berharap Komcad ASN tumbuh sebagai aparatur sipil negara yang tangguh, berintegritas, adaptif, serta mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

  2. 2. Prabowo didesak hentikan ASN ikut program Komcad

    Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato resmi terkait Asian Games Aichi-Nagoya 2026
    Raih Emas di Asian Games 2026, Prabowo Siapkan Bonus Rp3 Miliar dan Jaminan Karier (x.com/LambeSahamjja)

    Sementara, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menyetop pelibatan ASN dalam pelatihan dasar militer Komcad. Selain itu, YLBHI juga meminta kematian ASN tersbeut segera diusut secara tuntas. YLBHI menolak peristiwa itu dianggap sebagai persoalan medis.

    "Kematian almarhum tidak bisa dilepaskan dari kebijakan yang sejak awal bermasalah, baik dari cara peserta direkrut, cara mereka dilatih maupun posisi hukum mereka setelah ditetapkan sebagai Komcad," kata Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur, dalam keterangan pada Senin (28/9/2026).

    Apalagi muncul keterangan dari kerabat Vanreko bahwa beberapa hari sebelum kolaps, mendiang sudah mengalami mimisan dan demam tinggi, tetapi hanya diberi obat penurun demam. Keterangan ini berbeda dengan narasi kolaps mendadak dan harus diuji secara independen.

    Dia menilai, pemerintah seolah tidak belajar dari kejadian serupa saat digelar latihan militer dasar bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Total, ada lima calon manajer Kopdes Merah Putih yang meninggal.

  3. 3. Heatstroke bisa dicegah lewat pengaturan jam latihan

    Vanreko Varkas Bagaskara
    ASN berusia 28 tahun yang bekerja di Kementerian Ekonomi Kreatif, Vanreko Varkas Bagaskara yang meninggal saat ikut komcad. (Tangkapan layar insta story akun medsos Kemenekraf)

    Berdasarkan keterangan dari penyelenggara, Varenka meninggal akibat mengalami serangan panas (heatstroke) akibat terpapar cuaca dan kelelahan. Dia kolaps ketika mengikuti gladi penutupan di area taxiway Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

    Isnur menilai, hal itu bisa terjadi karena adanya kelalaian dari negara. Negara yang menentukan kapan para ASN itu berlatih, seberapa berat beban yang dipikul, kapan boleh beristirahat dan dirujuk ke sakit.

    Isnur mengatakan, dalam situasi seperti itu, maka kewajiban negara untuk melindungi hak atas hidup seperti yang tertulis di dalam pasal 28A dan 28I UUD 1945 serta pasal 9 UU nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi semakin besar. Heatstroke, kata Isnur, dapat dicegah lewat pengaturan jam latihan, pembatasan beban, pemantauan kesehatan dan rujukan dini.

    "Maka negara lah yang wajib membuktikan bahwa seluruh pencegahan telah dijalankan dan tidak cukup berlindung di balik diagnosis," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More