Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menhut: Tren Karhutla saat El Nino Menurun, tapi Harus Tetap Waspada
Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Karhutla Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026). (Dok. Kemenhut)
  • Menhut Raja Juli Antoni menyebut kemampuan Indonesia mengendalikan karhutla terus membaik, dengan penurunan luas kebakaran hingga 55,6 persen sejak El Nino 2015.
  • Keberhasilan pengendalian karhutla disebut hasil kolaborasi lintas lembaga seperti BMKG, BNPB, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat yang memandang karhutla sebagai tanggung jawab bersama.
  • Hingga Mei 2026 tercatat sekitar 81 ribu hektare lahan terbakar; Menhut mengingatkan kewaspadaan harus ditingkatkan karena musim kemarau diprediksi lebih panjang dan kering.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
El Nino 2015

Luas kebakaran hutan dan lahan tercatat sekitar 2,61 juta hektare di Indonesia.

2019

Pada siklus El Nino tahun ini, luas karhutla menurun menjadi sekitar 1,64 juta hektare.

2023

Luas karhutla kembali turun menjadi sekitar 1,16 juta hektare pada periode El Nino ini.

Mei 2026

Luas karhutla tercatat sekitar 81 ribu hektare, meningkat dibandingkan periode yang sama pada El Nino 2019 dan 2023.

18 Juni 2026

Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan dalam Rakor Khusus Pengendalian Karhutla Tahun 2026 bahwa tren karhutla saat El Nino menurun namun kewaspadaan harus ditingkatkan. Ia juga memperingatkan potensi ancaman besar pada periode El Nino 2026–2027.

Juli hingga September

BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada periode ini dengan kondisi lebih kering dan berlangsung lebih lama dari biasanya.

El Nino 2026–2027

Pemerintah memperkirakan ancaman karhutla masih cukup besar sehingga diperlukan peningkatan kewaspadaan dan koordinasi lintas sektor.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Menteri Kehutanan menyampaikan tren kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurun pada beberapa siklus El Nino terakhir, namun pemerintah diminta tetap waspada menghadapi potensi peningkatan karhutla pada periode El Nino 2026–2027.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rapat yang juga dihadiri Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Jakarta dalam Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Karhutla Tahun 2026 yang melibatkan berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Kamis, 18 Juni 2026, dengan data karhutla terbaru hingga Mei 2026 menunjukkan luas sekitar 81 ribu hektare.
  • Why?
    Kewaspadaan diperlukan karena meski tren menurun, ancaman karhutla masih besar akibat prediksi musim kemarau lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering selama periode El Nino mendatang.
  • How?
    Pemerintah melakukan antisipasi melalui operasi modifikasi cuaca, pembuatan sekat kanal, serta koordinasi lintas lembaga termasuk TNI-Polri dan masyarakat untuk memperkuat pengendalian karhutla secara nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Menteri Hutan bilang api di hutan sekarang makin sedikit waktu El Nino, tapi semua orang harus tetap hati-hati. Dulu api bakar banyak tanah, sekarang sudah turun jauh. Banyak orang bantu padamkan api, seperti polisi, tentara, dan warga. Sekarang masih ada kebakaran sedikit, jadi semua harus kerja sama supaya hutan tidak terbakar lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penurunan luas kebakaran hutan hingga lebih dari separuh sejak 2015 menunjukkan kemajuan nyata dalam pengendalian karhutla. Capaian ini mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas lembaga dan keterlibatan masyarakat yang semakin solid. Dengan koordinasi kuat antarinstansi serta komitmen tinggi pejabat terkait, upaya menjaga lingkungan tampak semakin terarah dan efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengatakan, kemampuan Indonesia mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menunjukkan perbaikan dalam beberapa siklus El Nino terakhir.

Meski demikian, pemerintah tidak boleh lengah karena ancaman karhutla pada periode El Nino 2026-2027 masih cukup besar.

Hal ini disampaikan Menhut Raja Antoni dalam Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Karhutla Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

“Jika kita melihat perjalanan penanganan kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa siklus El Nino terakhir, ada satu hal yang patut kita syukuri, kemampuan kita dalam mengendalikan karhutla terus menunjukkan perbaikan,” kata Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulis.

1. Luas karhutla berhasil ditekan hingga 55,6 persen

Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menhut mengatakan, pada El Nino 2015, luas karhutla tercatat sekitar 2,61 juta hektare, turun menjadi 1,64 juta hektare pada 2019, dan kembali menurun menjadi sekitar 1,16 juta hektare pada 2023.

“Dalam dua siklus El Nino terakhir, luas karhutla berhasil ditekan hingga 55,6 persen dibandingkan kondisi tahun 2015,” ujar Menhut.

2. Menhut sebut karhutla jadi masalah bersama

Kabut asap semakin tebal akibat karhutla. (IDN Times/istimewa).

Menurut Menhut, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak, mulai dari BMKG, BNPB, TNI-Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga seluruh masyarakat.

“Karhutla bukan semata persoalan kehutanan, bukan semata persoalan lingkungan hidup, dan bukan hanya persoalan daerah tertentu. Karhutla adalah masalah bersama yang dampaknya dirasakan oleh seluruh bangsa,” ujar Raja Antoni.

3. Hingga Mei 2026, luas karhutla tercatat sekitar 81 ribu hektare

Petugas kesulitan akses air untuk padamkan karhutla. (IDN Times/istimewa).

Meski grafik karhutla pada siklus El Nino menunjukkan tren menurun, Menhut mengingatkan, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan.

Hingga Mei 2026, luas karhutla tercatat sekitar 81 ribu hektare atau meningkat dibandingkan periode yang sama saat El Nino 2019 maupun 2023.

Selain itu, BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan lebih kering dengan puncak kemarau pada Juli hingga September.

“Pak Menko sudah mengatakan tadi, kita melakukan antisipasi yang dilakukan dengan kepala daerah melalukuan OMC dan membuat sekat kanal, kalau semua stake holder masih bekerja dengan baik juga dengan peran TNI Polri serta partisipasi masyarakat tentunya kita akan bisa memenangkan pertarungan melawan karhutla ini,” ujar Menhut.

Sementara itu, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, mengatakan, penanganan dan penganggulangan karhutla merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Tidak hanya itu, setiap pejabat baik Kapolda, Kapolres hingga Panglima Kodam dapat digeser atau mempertaruhkan jabatannya dalam penanganan karhutla.

“Tetap berlaku (pemindahan jabatan), bukan hanya Kapolda, Kapolres, sampai panglima Kodam juga, danrem, tetap itu mempertaruhkan jabatannya tadi saya ingatkan,” ujar Djamari Chaniago.

Rakor turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, dan Wakil Menteri Kehutanan Rokhmad Marzuki.

Editorial Team

Related Article