Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menkes Akui Dicalonkan Prabowo Jadi Dirjen WHO: Amanah Kita Jalankan
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (IDN Times/Teri).
  • Budi Gunadi Sadikin menyebut pencalonannya sebagai Dirjen WHO merupakan amanah Presiden Prabowo Subianto.
  • Presiden Prabowo menugaskan Budi setelah melihat peluang bagi Indonesia di organisasi tingkat dunia.
  • Pemilihan Dirjen WHO melibatkan 194 negara anggota pada Mei 2027 di Jenewa, Swiss.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (27/8/2026)

Budi Gunadi Sadikin menyatakan pencalonannya sebagai Dirjen WHO merupakan amanah Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan keterangan di Gedung DPR, Jakarta.

Mei 2027

Pemilihan Dirjen WHO akan melibatkan 194 negara anggota dalam sidang World Health Assembly ke-80 di Jenewa, Swiss.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Budi Gunadi Sadikin dicalonkan sebagai Direktur Jenderal WHO dan menyatakan siap mengundurkan diri sebagai Menkes apabila terpilih.
  • Who?
    Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Presiden Prabowo Subianto terlibat dalam pencalonan tersebut.
  • Where?
    Budi menyampaikan keterangan di Gedung DPR, Jakarta. Pemilihan akan berlangsung dalam sidang WHA ke-80 di Jenewa, Swiss.
  • When?
    Keterangan disampaikan Kamis (27/8/2026). Pemilihan melibatkan 194 negara anggota pada Mei 2027.
  • Why?
    Presiden Prabowo melihat adanya opportunity serta potensi Indonesia dalam reformasi organisasi tingkat dunia seperti WHO.
  • How?
    Pencalonan dijalankan sebagai tugas Presiden Prabowo, kemudian diputuskan melalui pemilihan oleh 194 negara anggota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pak Budi Gunadi Sadikin dicalonkan jadi Dirjen WHO oleh Presiden Prabowo Subianto. Pak Budi bilang ini tugas dari Presiden. Kalau terpilih, ia siap berhenti dari jabatan Menkes. Tapi memilihnya tidak mudah. Ada 194 negara anggota yang akan memilih pada Mei 2027 di Jenewa, Swiss.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pencalonan Budi Gunadi Sadikin membuka ruang bagi Indonesia untuk memiliki perwakilan dalam kepemimpinan lembaga tingkat dunia yang berada pada level PBB. Dorongan reformasi kelembagaan WHO yang juga disuarakan sejumlah negara anggota menjadi konteks bagi penugasan tersebut, sementara proses pemilihan tetap melibatkan 194 negara anggota.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pencalonannya sebagai Dirjen WHO merupakan tugas yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto sehingga harus dijalankan sebaik-baiknya.

"Itu kan amanah dari Bapak Presiden. Jadi pastilah saya akan kerja buat Bapak Presiden, apapun tugas dari Beliau akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya," kata Menkes di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Menkes mengatakan, selama ini, tidak pernah ada perwakilan resmi dari Indonesia yang duduk di PBB. Padahal, Indonesia merupakan bangsa besar.

"Bapak Presiden menyampaikan kita tuh tidak pernah ada wakilnya yang duduk sebagai pimpinan lembaga tingkat dunia yang levelnya perserikatan PBB atau United Nations," kata dia.

Kesempatan ini lah, lanjut dia, yang mendorong Presiden Prabowo untuk menugaskan dirinya dalam pencalonan sebagai Dirjen WHO.

"Jadi begitu Beliau melihat ini ada opportunity, ya saya ditugaskan di sana," kata dia.

Di sisi lain, Menkes mengatakan banyak negara yang memiliki keresahan yang sama bahwa butuh reformasi secara kelembagaan dalam WHO.

"Banyak negara-negara anggota juga yang melihat bahwa harus, harus ada reform lah di organisasi-organisasi tingkat dunia seperti ini, dan dia melihat Indonesia, ya mungkin di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, itu memiliki potensi itu," kata dia.

Ia juga menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatannya apabila terpilih dalam pencalonan sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kendati demikian, Menkes menyebut, proses pemilihannya tidak mudah karena melibatkan 194 negara anggota pada Mei 2027 dalam sidang World Health Assembly (WHA) ke-80 di Jenewa, Swiss.

"Ya, kalau terpilih, kan belum tentu terpilih karena milih kan 194 negara anggota di bulan Mei," kata Menkes.

Curated For You

Editorial Team

Related Article