Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pencalonannya sebagai Dirjen WHO merupakan tugas yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto sehingga harus dijalankan sebaik-baiknya.
"Itu kan amanah dari Bapak Presiden. Jadi pastilah saya akan kerja buat Bapak Presiden, apapun tugas dari Beliau akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya," kata Menkes di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Menkes mengatakan, selama ini, tidak pernah ada perwakilan resmi dari Indonesia yang duduk di PBB. Padahal, Indonesia merupakan bangsa besar.
"Bapak Presiden menyampaikan kita tuh tidak pernah ada wakilnya yang duduk sebagai pimpinan lembaga tingkat dunia yang levelnya perserikatan PBB atau United Nations," kata dia.
Kesempatan ini lah, lanjut dia, yang mendorong Presiden Prabowo untuk menugaskan dirinya dalam pencalonan sebagai Dirjen WHO.
"Jadi begitu Beliau melihat ini ada opportunity, ya saya ditugaskan di sana," kata dia.
Di sisi lain, Menkes mengatakan banyak negara yang memiliki keresahan yang sama bahwa butuh reformasi secara kelembagaan dalam WHO.
"Banyak negara-negara anggota juga yang melihat bahwa harus, harus ada reform lah di organisasi-organisasi tingkat dunia seperti ini, dan dia melihat Indonesia, ya mungkin di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, itu memiliki potensi itu," kata dia.
Ia juga menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatannya apabila terpilih dalam pencalonan sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kendati demikian, Menkes menyebut, proses pemilihannya tidak mudah karena melibatkan 194 negara anggota pada Mei 2027 dalam sidang World Health Assembly (WHA) ke-80 di Jenewa, Swiss.
"Ya, kalau terpilih, kan belum tentu terpilih karena milih kan 194 negara anggota di bulan Mei," kata Menkes.
