Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menkes Ungkap Biang Kerok Pasien di RS Membeludak Usai Idul Fitri
Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama Sekda Jateng saat konferensi pers terakhir perkembangan terbaru layanan CKG untuk wilayah Jateng. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin menyoroti lonjakan pasien di rumah sakit setelah Idul Fitri, yang disebabkan konsumsi berlebihan makanan bersantan dan tinggi lemak jenuh.
  • Ia menjelaskan bahwa santan yang dipanaskan berulang kali dapat menghasilkan senyawa berbahaya bagi tubuh dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan pasca-Lebaran.
  • Budi mengimbau masyarakat agar tetap menikmati hidangan Lebaran dengan bijak, seperti memilih bagian daging tanpa kuah serta membatasi konsumsi makanan tinggi lemak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Idul Fitri

Selama perayaan Idul Fitri, rumah sakit cenderung sepi dari pasien karena masyarakat merayakan Lebaran bersama keluarga.

sesudah Lebaran

Setelah Lebaran, rumah sakit mengalami lonjakan pasien akibat konsumsi berlebihan makanan bersantan dan berlemak tinggi.

22 Maret 2026

Menkes Budi Gunadi Sadikin melalui video edukasi di media sosial menyoroti fenomena membludaknya pasien pasca-Lebaran dan menjelaskan penyebab utamanya berasal dari pola makan saat Lebaran.

kini

Budi mengimbau masyarakat untuk tetap menikmati hidangan Lebaran secara bijak dengan memilih bagian makanan yang lebih sehat dan membatasi kuah bersantan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Menteri Kesehatan mengungkap penyebab lonjakan pasien di rumah sakit setelah Idul Fitri, yang dikaitkan dengan konsumsi berlebihan makanan bersantan dan tinggi lemak jenuh selama perayaan Lebaran.
  • Who?
    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan penjelasan melalui video edukasi di akun media sosial pribadinya mengenai fenomena meningkatnya jumlah pasien pasca-Lebaran.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dari Jakarta melalui unggahan media sosial pribadi Menteri Kesehatan, sementara kondisi lonjakan pasien terjadi di berbagai rumah sakit di Indonesia.
  • When?
    Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu, 22 Maret 2026, setelah perayaan Idul Fitri ketika rumah sakit mulai mengalami peningkatan jumlah pasien.
  • Why?
    Konsumsi berlebihan hidangan Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan sayur lontong yang mengandung santan serta lemak jenuh tinggi disebut menjadi pemicu utama meningkatnya kasus kesehatan pasca-Lebaran.
  • How?
    Budi menjelaskan bahwa santan yang dipanaskan berulang kali menghasilkan senyawa tidak baik bagi tubuh dan menyarankan masyarakat memilih bagian makanan lebih sehat serta membatasi konsumsi kuah bersantan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyoroti fenomena rumah sakit yang selalu penuh sesak oleh pasien setelah perayaan Idul Fitri

Melalui sebuah video edukasi yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Menkes mengungkapkan bahwa penyebab utama lonjakan pasien ini adalah hidangan khas Lebaran yang kaya akan santan dan lemak jenuh.

"Ada yang aneh, nih. Kenapa ya di rumah sakit, pada saat Lebaran kosong, tetapi sesudah Lebaran selalu penuh sampai overload? Kenapa ya?" tanya Budi mengawali videonya, dikutip Minggu (22/3/2026).

1. Deretan makanan bersantan

Ilustrasi Rendang Ayam Kampung (https://www.yummy.co.id/user/meiria-andriz)

Tanpa berlama-lama, Budi langsung menunjuk pada deretan hidangan populer Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan sayur lontong dalam unggahannya.

"Jawabannya, ini nih. Ini penyebabnya kenapa sesudah Lebaran, orang-orang pada sakit semua," kata dia.

2. Hidangan mengandung lemak tak jenuh

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers update PHTC Pembangunan RS di Gedung Kemenkes, Kamis (5/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Budi menjelaskan, hidangan Lebaran yang bersantan umumnya mengandung lemak jenuh tinggi. Terlebih, santan yang dipanaskan berulang kali dapat menghasilkan senyawa yang tidak baik bagi tubuh.

"Santan ini isinya lemak jenuh. Terus-menerus kita panaskan, itu menjadi sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh kita," kata dia.

3. Lebaran jadi ajang balas dendam

Masyarakat dari berbagai daerah memadati Masjid Raya Al Mashun Kota Medan untuk mengikuti salat Idul Fitri Berjamaah, Sabtu (21/3/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Selain itu, Menkes juga memahami perilaku masyarakat yang cenderung balas dendam dengan menyantap berbagai makanan lezat setelah sebulan penuh berpuasa. Hal inilah yang mendorong konsumsi berlebihan hidangan tinggi lemak dan kalori.

"Libur Lebaran kita makan terus setiap hari. Kenapa? Karena kita balas dendam selama puasa, kita gak bisa makan makanan kayak gini," kata dia.

4. Tips sehat ala Menkes

Gedung Kemenkes (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Untuk itu, Budi membagikan sejumlah tips agar masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa mengorbankan kesehatan. Dia menyarankan untuk lebih selektif dalam memilih bagian makanan yang dikonsumsi.

"Kalau kita mau tetap makan makanan Lebaran yang enak-enak itu, contohnya kayak gini, ayam, ya, makan ayamnya saja. Jangan kuahnya! Kalau kita misalnya makan ini, nih, rendang. Nah, kita makan dagingnya saja. Jangan kuahnya! Ya, aku tahu kuahnya enak, tapi sedikit-sedikit saja kuahnya. Banyakin dagingnya," kata dia.

Editorial Team