Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menko Djamari: Kebakaran Gunung Bromo Terjadi karena Human Error
Karhutla di Gunung Bromo semakin meluas. (Dok. BB TNBTS)
  • Menko Polkam Djamari Chaniago menyebut kebakaran Gunung Bromo diduga dipicu kesalahan manusia dan meluas akibat El Nino, tanpa memastikan pelakunya telah teridentifikasi.
  • Kebakaran sejak 3 Agustus 2026 di Blok Bantengan telah melalap 520 hektare; pemadaman menyisakan satu hingga dua titik api menurut laporan BNPB dan Menteri Kehutanan.
  • Seluruh akses wisata Bromo ditutup sejak 8 Agustus 2026 hingga waktu belum ditentukan. Pengunjung yang sudah membeli tiket dapat menjadwal ulang atau mengajukan pengembalian dana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gunung Bromo kebakaran karena ada orang yang mungkin menyalakan api lalu lupa mematikannya. Cuaca El Nino membuat api makin besar. Api sudah membakar 520 hektare. Sekarang tinggal satu atau dua titik api. Bromo ditutup untuk pengunjung. Orang yang sudah beli tiket bisa ganti jadwal atau minta uang kembali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, mengatakan penyebab kebakaran di kawasan Gunung Bromo dipicu kesalahan manusia. Kebakaran diperparah dengan fenomena El-Nino yang menyebabkan area yang terbakar meluas.

"Bromo itu kan (cuacanya) dingin kemudian banyak orang di situ datang. Mungkin sambil (merasa) kedinginan, dia bakar-bakar, gitu ya. Dia lupa memadamkannya," ungkap Djamari usai menggelar rapat koordinasi membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Namun, purnawirawan jenderal itu tidak menyebut apakah polisi berhasil mengidentifikasi pelaku penyebab kebakaran. Kebakaran di area Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru juga pernah terjadi pada 6 September 2023, akibat kelalaian penggunaan flare saat sesi foto pre-wedding di Bukit Teletubbies.

Djamari pun merujuk insiden tersebut untuk mengingatkan bukan kali pertama kawasan taman nasional Gunung Bromo mengalami kebakaran.

"Seperti tahun yang lalu kan orang yang semula foto, tiba-tiba (memicu) kebakaran," tutur dia.

Saat ditanyakan kembali apakah kebakaran di kawasan Gunung Bromo disebabkan kekeliruan manusia, Djamari tak menampiknya.

"Kira-kira begitu, karena human error," imbuhnya.

1. Hanya tersisa satu atau dua titik kebakaran yang dipadamkan di Gunung Bromo

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago (kemeja putih) usai memimpin rapat koordinasi mengenai karhutla pada Senin, 10 Agustus 2026. (IDN Times/Santi Dewi)

Lebih lanjut, Djamari mengatakan, kini tersisa satu hingga dua titik api yang belum dipadamkan. Informasi itu diperolehnya dari Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

"Pak Kepala BNPB dan Menteri Kehutanan baru tadi malam pulang. Jadi tadi dilaporkan juga bahwa itu sudah kami selesaikan (titik api). Tinggal satu atau dua titik saja (untuk dipadamkan)," ungkap Djamari.

Kebakaran di kawasan Gunung Bromo terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026. Kebakaran melanda area Blok Bantengan kawasan Gunung Bromo. Kini, api sudah melalap area seluas 520 hektare di sana.

Akibatnya, kawasan nasional Taman Gunung Bromo ditutup total untuk wisatawan. Padahal, Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata andalan Jawa Timur yang banyak dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim Evy Afianasari mengimbau wisatawan untuk sementara menghindari kawasan Bromo selama proses pemadaman berlangsung.

“Jadi kami sih mengimbau para wisatawan memang hindari dulu kawasan Bromo agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Evy.

Ia pun mengakui kebakaran Gunung Bromo berdampak terhadap pemasukan sektor pariwisata. Sebab, kawasan tersebut dapat dikunjungi ribuan wisatawan setiap harinya, terutama saat musim liburan.

“Memang pastinya ada kerugian dari industri pariwisata. Untuk perhitungannya berapa, kami masih masih masih dalam tahap perhitungan karena pihak TNBTS pun masih belum mau berklarifikasi atau konfirmasi terkait hal itu. Mereka masih fokus dulu terhadap pemadaman api," tutur dia.

2. Gunung Bromo dikunjungi 6.000 orang pada hari libur

Tim gabungan melakukan pemadaman darat menggunakan gepyok dan sprayer di kawasan Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026). (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)

Berdasarkan situs resmi pembelian tiket TNBTS, tiket masuk bagi wisatawan domestik dipatok Rp54 ribu pada hari kerja, dan Rp79 ribu pada akhir pekan. Sementara, tiket untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp225 ribu, baik pada hari kerja maupun akhir pekan.

Evy mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo dapat mencapai 6 ribu orang per hari pada momen libur. Sementara pada hari biasa, jumlah kunjungan berkisar 1.000 hingga 2.000 orang per hari.

“Ini yang banyak malah kemungkinan mancanegara, karena mereka lagi summer kan. Jadi emang ini agak mengecewakan, tapi saya yakin kalau wisatawan global pasti amat sangat paham ini, mereka juga amat sangat menghormati alam pastinya,” tuturnya.

3. Pengunjung bisa refund tiket ke Gunung Bromo yang sudah dibeli

Tim gabungan melakukan pemadaman darat menggunakan gepyok dan sprayer di kawasan Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026). (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menutup seluruh kawasan wisata Gunung Bromo mulai Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB. Penutupan tersebut dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan ini sejak Senin, 3 Agustus 2026, dan semakin meluas ke area kaldera Bromo.

Dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung, kunjungan wisata Bromo dari semua pintu masuk, yakni pintu masuk Cemorolawang (Kabupaten Probolinggo), Wonokitri (Kabupaten Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Kabupaten Malang), serta Senduro (Kabupaten Lumajang) ditutup untuk kunjungan Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, dalam surat pengumuman resmi dengan nomor PG.18/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/08/2026 yang diunggah melalui akun Instagram @bbtnbromotenggersemeru, Sabtu, 8 Agustus 2026

Dalam surat pengumuman tersebut, pihak BB-TNBTS juga menyampaikan informasi tentang langkah yang harus diambil wisatawan, terutama yang sudah memesan tiket, selama kawasan wisata Bromo masih ditutup.

"Bagi pengunjung yang sudah melakukan pembelian tiket masuk melalui aplikasi booking online untuk kunjungan selama masa penutupan, akan diberi kesempatan untuk penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian uang (refund)," ujar Kepala Balai Besar TN Bromo Tengger Smeru, Rudjianta.

Curated For You

Editorial Team

Related Article