Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Suara yel-yel siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 4 Padang menyambut kedatangan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, Sumatera Barat, Rabu (7/10/2026). (Dok. Kemensos)
  • Mensos Gus Ipul mengapresiasi 8.217 Agen Perlinsos di Banyumas yang membantu registrasi ulang dan pemutakhiran data perlindungan sosial digital.

  • Sebanyak 209.176 kepala keluarga atau 32,21 persen di Banyumas telah masuk Sistem Perlinsos, melampaui rata-rata nasional menurut Gus Ipul.

  • Sistem terintegrasi berbasis AI menentukan kelayakan bansos; kolaborasi pemerintah hingga RT/RW ditargetkan memperbaiki akurasi data dan penyaluran bantuan tepat sasaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (1/11/2026) malam

Mensos Saifullah Yusuf mengapresiasi 8.217 Agen Perlinsos Banyumas dalam kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial. Ia menyampaikan 209.176 KK Banyumas telah masuk Sistem Perlinsos.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Menteri Sosial mengapresiasi 8.217 Agen Perlindungan Sosial di Banyumas yang membantu registrasi ulang dan pemutakhiran data perlindungan sosial digital. Sebanyak 209.176 kepala keluarga telah masuk Sistem Perlinsos.
  • Who?
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf, 8.217 Agen Perlinsos, 209.176 kepala keluarga Banyumas, Bupati Sadewo Tri Lastiono, serta 3.540 peserta dari RT/RW, operator SIKS-NG, kecamatan, PKH, dan Sekolah Rakyat.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
  • When?
    Apresiasi disampaikan pada Minggu malam, 1 November 2026.
  • Why?
    Pemutakhiran data dilakukan untuk membangun data perlindungan sosial yang akurat, menentukan kelayakan penerima bantuan sosial, dan mendukung penyaluran bansos tepat sasaran.
  • How?
    Agen Perlinsos membantu warga melakukan registrasi ulang, sementara sistem digital mengintegrasikan data pemerintah dan menggunakan Artificial Intelligence untuk menentukan kelayakan penerima bansos.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Banyumas, 8.217 agen membantu keluarga memasukkan dan memperbarui data bantuan sosial lewat komputer. Gus Ipul senang karena 209.176 keluarga sudah masuk sistem. Sistem ini melihat data dari beberapa tempat untuk membantu memilih orang yang benar-benar perlu bantuan. Sekarang banyak orang bekerja bersama supaya data tidak salah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keterlibatan 8.217 agen Perlinsos dan berbagai unsur lokal menunjukkan kuatnya kerja bersama dalam memperbarui data sosial Banyumas. Dengan 209.176 kepala keluarga telah masuk sistem digital yang terhubung lintas basis data pemerintah, proses penentuan penerima bantuan berpeluang menjadi lebih akurat dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengapresiasi 8.217 Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang membantu masyarakat melakukan registrasi ulang dan pemutakhiran data perlindungan sosial secara digital.

Apresiasi itu disampaikan Gus Ipul dalam kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (1/11/2026) malam.

Turut hadir 3.540 peserta dalam acara ini, yang terdiri dari perwakilan RT/RW se-Kabupaten Banyumas, Agen Perlinsos, operator SIKS-NG, perwakilan kecamatan, SDM PKH, serta siswa Sekolah Rakyat.

1. Sebanyak 209 ribu kepala keluarga di Banyumas sudah masuk sistem

Pemerintah Kota Surabaya mengintensifkan pelaksanaan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital sebagai bagian dari program percontohan nasional. Melalui sistem yang terintegrasi, pemerintah berharap proses validasi penerima bantuan sosial (bansos) menjadi lebih akurat, cepat, dan tepat sasaran. (dok. Pemkot Surabaya)

Gus Ipul mengatakan, ribuan agen Perlinsos membantu kepala keluarga (KK) di Kabupaten Banyumas untuk masuk ke dalam sistem perlindungan sosial digital. Menurutnya, Banyumas menjadi wilayah dengan jumlah rata-rata tertinggi dari skala nasional, yang masuk dalam Sistem Perlinsos.

"Banyumas, kita buktikan Pak Bupati, yang masuk Sistem Perlinsos kita ada 209.176 Kepala Keluarga atau 32,21 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional, Banyumas istimewa," kata Gus Ipul, dikutip dari siaran pers, Senin (2/11/2026).

2. Sistem menjadi penentu layak tidaknya masyarakat menerima bansos

Ilustrasi bansos. (IDN Times)

Gus Ipul menjelaskan perlindungan sosial digital merupakan upaya pemutakhiran data yang terintegrasi dengan berbagai basis data milik pemerintah.

"Jadi datanya terhubung dengan Dukcapil, terhubung dengan Samsat, terhubung dengan ATR/BPN, terhubung dengan PLN, terhubung dengan BPJS Kesehatan, terhubung dengan BPJS Ketenagakerjaan, dan nanti akan terhubung dengan semua data milik pemerintah," jelasnya.

Penentuan kelayakan seseorang untuk menerima bantuan sosial (bansos) dilakukan melalui sistem berbasis Artificial Intelligence (AI).

Sementara itu, para agen hanya berperan sebagai relawan yang membantu masyarakat melakukan registrasi ulang bansos.

3. Kolaborasi sangat penting dalam proses pemutakhiran data

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memaparkan penyaluran bansos di Gedung Kemensos, Rabu (5/8/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Gus Ipul juga mengungkapkan kolaborasi berbagai pihak sangat penting dalam proses pemutakhiran data ini. Kolaborasi ini dapat dimulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pilar-pilar sosial, hingga RT/RW setempat.

“Kita bangun Indonesia dari Kabupaten Banyumas, jadi kita malam ini kumpul untuk menjadikan Banyumas sebagai Kabupaten terbaik dalam rangka menghadirkan data yang akurat, dan tentu itu akhirnya untuk Indonesia sejahtera,” ujarnya.

4. Sistem Perlinsos diharapkan meminimalisir kesalahan data masyarakat

Agen Perlinsos Digital di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi saat memasukkan data pendaftar bansos. (IDN Times/Khusnul Hasana)

Dalam kesempatan ini, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan penerapan sistem perlindungan sosial digital yang terintegrasi diharapkan dapat memperkecil margin of error atau tingkat kesalahan data. Sehingga dengan bantuan sistem ini, data penerima semakin akurat dan penyaluran bansos dapat semakin tepat sasaran.

"Tujuan kita sama, dari Pak Menteri, dari saya, dari masyarakat, dari pemerhati sosial. Tujuannya adalah penerimaan manfaat adalah betul-betul tepat sasaran," kata Sadewo.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, Ketua DPRD Kabupaten Banyumas Agus Priyanggodo, jajaran pejabat tinggi madya dan pratama Kemensos, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banyumas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article