Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi, mengatakan, pihaknya akan memberikan pendampingan khusus bagi korban kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di RSUD Kota Bekasi.
Arifah mengungkapkan, para korban tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang membutuhkan penanganan serius.
"Kami dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan, tentunya pendampingan yang kami lakukan bukan hanya dalam hal medis, tetapi juga pemulihan, baik secara fisik maupun psikologis. Karena kami lihat ada yang mengalami trauma dan ini perlu pendampingan lebih khusus," ujar Arifah, Selasa (28/4/2026).
Selain itu, Arifah juga menyarankan agar perusahaan tempat korban bekerja memberikan keringanan, sehingga para korban dapat kembali bekerja setelah benar-benar pulih.
"Bagi mereka yang sebagai pekerja, kami berupaya agar perusahaan di mana mereka bekerja bisa memberikan keringanan sampai mereka pulih, baru bisa masuk lagi ke tempat kerja," kata dia.
Dia mengaku telah menyampaikan langsung kepada salah satu perwakilan perusahaan yang datang menjenguk korban agar tetap memenuhi hak-hak pekerja.
"Tadi ada salah satu perusahaan yang hadir, kami bertemu langsung dan menyampaikan agar korban ini sampai benar-benar pulih, kemudian hak-haknya sebagai pekerja dipenuhi, dan ketika sudah sehat bisa kembali bekerja seperti semula," kata dia.
Berdasarkan data sementara, terdapat 55 korban yang dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 15 orang telah diperbolehkan pulang. Sisanya masih menjalani perawatan, termasuk beberapa korban yang mengalami patah tulang di sejumlah bagian tubuh.
Arifah menegaskan, pemerintah bertanggung jawab atas kejadian tersebut. PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga telah menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban.
Diberitakan, tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu. Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang ada di Stasiun Bekasi Timur terhambat sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju. Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak oleh Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi sehingga kecelakaan pun tak dapat dihindari.
