Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri PPPA Beri Pendampingan bagi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi. (IDN Times/Dini Suciatingrum)
  • Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi memberikan pendampingan fisik dan psikologis bagi korban kecelakaan kereta di RSUD Kota Bekasi yang mengalami luka serta trauma.
  • Arifah meminta perusahaan tempat korban bekerja memberi keringanan dan memastikan hak-hak pekerja tetap terpenuhi hingga mereka pulih sepenuhnya.
  • Tercatat 55 korban dirawat, tiga meninggal dunia, sementara PT KAI menanggung seluruh biaya pengobatan akibat tabrakan di Stasiun Bekasi Timur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 April 2026

Tabrakan terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara KRL Cikarang arah Jakarta dan KA Argo Bromo Anggrek. Insiden bermula ketika KRL menabrak taksi di perlintasan tanpa palang pintu, menyebabkan rangkaian tertahan sebelum ditabrak kereta jarak jauh.

28 April 2026

Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi mengunjungi RSUD Kota Bekasi untuk memberikan pendampingan bagi korban kecelakaan. Ia menyampaikan pentingnya pemulihan fisik dan psikologis serta meminta perusahaan korban memberi keringanan kerja hingga mereka pulih sepenuhnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan pendampingan khusus bagi korban kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, mencakup pemulihan fisik serta dukungan psikologis.
  • Who?
    Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi bersama tim kementerian, para korban kecelakaan kereta, pihak RSUD Kota Bekasi, serta PT Kereta Api Indonesia yang menanggung biaya pengobatan.
  • Where?
    Kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur, sementara pendampingan dan perawatan korban dilakukan di RSUD Kota Bekasi.
  • When?
    Kecelakaan berlangsung pada Senin malam, 27 April 2026. Pendampingan oleh Menteri PPPA disampaikan pada Selasa, 28 April 2026.
  • Why?
    Kecelakaan berawal ketika KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi di perlintasan tanpa palang pintu, menyebabkan tabrakan lanjutan dengan KA Argo Bromo Anggrek.
  • How?
    Pemerintah melalui Kementerian PPPA melakukan kunjungan langsung ke rumah sakit untuk memastikan korban mendapat pendampingan medis dan psikologis. PT KAI menanggung seluruh biaya pengobatan para korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dua kereta tabrakan di Bekasi Timur. Banyak orang luka dan ada yang meninggal. Menteri Arifah datang bantu korban di rumah sakit. Katanya, korban butuh obat dan juga butuh tenang karena masih takut. Pemerintah dan KAI mau bayar semua biaya berobat. Beberapa orang sudah boleh pulang, tapi banyak yang masih dirawat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tindakan cepat Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi menunjukkan kepedulian nyata pemerintah terhadap korban kecelakaan di Bekasi. Pendampingan yang mencakup pemulihan fisik dan psikologis menegaskan perhatian pada aspek kemanusiaan, sementara koordinasi dengan perusahaan dan komitmen PT KAI menanggung biaya pengobatan mencerminkan tanggung jawab bersama dalam memastikan kesejahteraan para korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi, mengatakan, pihaknya akan memberikan pendampingan khusus bagi korban kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di RSUD Kota Bekasi.

Arifah mengungkapkan, para korban tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang membutuhkan penanganan serius.

"Kami dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan, tentunya pendampingan yang kami lakukan bukan hanya dalam hal medis, tetapi juga pemulihan, baik secara fisik maupun psikologis. Karena kami lihat ada yang mengalami trauma dan ini perlu pendampingan lebih khusus," ujar Arifah, Selasa (28/4/2026).

Selain itu, Arifah juga menyarankan agar perusahaan tempat korban bekerja memberikan keringanan, sehingga para korban dapat kembali bekerja setelah benar-benar pulih.

"Bagi mereka yang sebagai pekerja, kami berupaya agar perusahaan di mana mereka bekerja bisa memberikan keringanan sampai mereka pulih, baru bisa masuk lagi ke tempat kerja," kata dia.

Dia mengaku telah menyampaikan langsung kepada salah satu perwakilan perusahaan yang datang menjenguk korban agar tetap memenuhi hak-hak pekerja.

"Tadi ada salah satu perusahaan yang hadir, kami bertemu langsung dan menyampaikan agar korban ini sampai benar-benar pulih, kemudian hak-haknya sebagai pekerja dipenuhi, dan ketika sudah sehat bisa kembali bekerja seperti semula," kata dia.

Berdasarkan data sementara, terdapat 55 korban yang dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 15 orang telah diperbolehkan pulang. Sisanya masih menjalani perawatan, termasuk beberapa korban yang mengalami patah tulang di sejumlah bagian tubuh.

Arifah menegaskan, pemerintah bertanggung jawab atas kejadian tersebut. PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga telah menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban.

Diberitakan, tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu. Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang ada di Stasiun Bekasi Timur terhambat sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju. Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak oleh Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi sehingga kecelakaan pun tak dapat dihindari.

Editorial Team