Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menteri PPPA Respons Keras Pasutri Tendang Anak di Lift saat di Malaysia
Viral anak dianiaya orang tua di lift (Dok/X)
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi mengingatkan orang tua agar tidak menggunakan kekerasan untuk mendisiplinkan anak.

  • Orang tua diminta mengenali emosi, menenangkan diri, dan bergantian mengasuh ketika emosi memuncak.

  • Bantuan profesional, dukungan keluarga, serta layanan SAPA 129 dapat digunakan untuk menghadapi tekanan pengasuhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (22/10/2026)

Video dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah lift hotel di Alor Setar, Malaysia, viral di media sosial.

Sabtu (24/10/2026)

Menteri PPPA Arifah Fauzi dikutip menyampaikan bahwa kekerasan tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk pendisiplinan anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Video dugaan kekerasan terhadap anak di lift hotel viral di media sosial. Seorang perempuan diduga menampar dan menarik anak, sedangkan seorang pria terlihat menendang stroller.
  • Who?
    Menteri PPPA Arifah Fauzi memberikan imbauan. Pasangan dewasa dalam video diduga merupakan orang tua anak dan WNI.
  • Where?
    Insiden terekam CCTV di sebuah hotel di Alor Setar, Malaysia.
  • When?
    Video tersebut viral pada Kamis (22/10/2026). Pernyataan Arifah dikutip Sabtu (24/10/2026).
  • Why?
    Narasi yang beredar menyebut insiden bermula ketika dua anak berebut stroller. Alasan tindakan kekerasan masih menunggu informasi lebih lanjut.
  • How?
    Arifah meminta orang tua mengendalikan emosi, bergantian mengasuh saat diperlukan, serta mencari bantuan profesional dan dukungan orang tepercaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menteri Arifah bilang orang tua tidak boleh menyakiti anak saat sedang marah. Ini disampaikan setelah video di lift hotel Malaysia memperlihatkan anak diduga ditampar, ditarik, dan stroller-nya ditendang. Orang tua diminta menenangkan diri, bergantian menjaga anak, serta mencari bantuan jika sulit mengendalikan emosi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Imbauan Arifah memberikan langkah yang dapat dilakukan orang tua ketika menghadapi tekanan pengasuhan, seperti menenangkan diri, bergantian mengambil alih pengasuhan, dan mencari bantuan profesional. Dukungan keluarga serta orang tepercaya juga disebut dapat membantu. Selain itu, tersedia saluran SAPA 129 bagi masyarakat yang mengetahui dugaan kekerasan terhadap anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengingatkan orang tua agar tidak menggunakan kekerasan untuk mendisiplinkan anak. Pernyataan ini disampaikan merespons dugaan penganiayaan terhadap anak yang terekam CCTV di sebuah hotel di Alor Setar, Malaysia.

“Namun, apa pun kondisinya, kekerasan tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk pendisiplinan anak. Orang tua perlu belajar mengenali emosinya, menenangkan diri ketika mulai kehilangan kendali, dan memilih respons yang tidak melukai anak,” tegas Menteri PPPA, Arifah Fauzi, dikutip Sabtu (24/10/2026).

1. Orang tua diminta mengendalikan emosi

Ilustrasi kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Arifah mengakui pengasuhan anak memiliki tantangan, termasuk kelelahan dan tekanan yang dapat memicu emosi orang tua. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk melampiaskan kemarahan kepada anak.

Dia meminta orang tua mengenali tanda-tanda ketika emosi mulai sulit dikendalikan dan menenangkan diri sebelum merespons perilaku anak.

“Mengasuh anak memang memiliki tantangan tersendiri. Orang tua bisa mengalami kelelahan, tekanan, atau menghadapi situasi yang memicu emosi. Namun, apa pun kondisinya, kekerasan tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk pendisiplinan anak. Orang tua perlu belajar mengenali emosinya, menenangkan diri ketika mulai kehilangan kendali, dan memilih respons yang tidak melukai anak,” ujar Arifah.

Pada Kamis (22/10/2026), video dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah lift hotel di Alor Setar, Malaysia, viral di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang perempuan diduga menampar dan menarik anak laki-laki dari stroller. Seorang pria yang berada di dekatnya juga terlihat menendang stroller hingga anak tersebut membentur dinding lift.

Narasi yang beredar menyebut insiden bermula ketika dua anak berebut stroller. Pasangan dewasa dalam video itu diduga merupakan orang tua anak dan warga negara Indonesia (WNI) yang sedang berkunjung ke Malaysia.

2. Pasangan diminta bergantian mengasuh saat emosi memuncak

Menteri PPPA, Arifah Fauzi dalam Sosialisasi Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit di Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2027)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Arifah juga mendorong orang tua membangun komunikasi dan komitmen bersama dalam pengasuhan. Ketika salah satu orang tua kesulitan mengendalikan emosi, pasangan dapat mengambil alih sementara untuk mencegah tindakan spontan yang berisiko menyakiti anak.

“Ketika salah satu orang tua merasa emosinya mulai sulit dikendalikan, jangan memaksakan diri untuk terus menghadapi situasi tersebut. Berikan kesempatan kepada pasangan untuk mengambil alih pengasuhan sementara dengan tenang. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah respons spontan yang berisiko menyakiti anak,” kata dia.

3. Orang tua diminta mencari bantuan profesional

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. (Dok. KemenPPPA)

Arifah menyarankan orang tua mencari bantuan profesional ketika kesulitan mengendalikan emosi berkaitan dengan perilaku atau tahap tumbuh kembang anak. Dukungan keluarga dan orang tepercaya juga dapat membantu menghadapi tekanan selama pengasuhan.

“Konsultasi dengan tenaga profesional dapat membantu orang tua memahami kebutuhan anak, mengidentifikasi pemicu konflik, serta menemukan strategi pengasuhan yang tepat,” demikian imbauan Arifah dalam siaran pers tersebut.

Masyarakat yang mengetahui dugaan kekerasan terhadap anak dapat melapor melalui layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau WhatsApp 08111-129-129.

Curated For You

Editorial Team

Related Article