Ilustrasi kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)
Arifah mengakui pengasuhan anak memiliki tantangan, termasuk kelelahan dan tekanan yang dapat memicu emosi orang tua. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk melampiaskan kemarahan kepada anak.
Dia meminta orang tua mengenali tanda-tanda ketika emosi mulai sulit dikendalikan dan menenangkan diri sebelum merespons perilaku anak.
“Mengasuh anak memang memiliki tantangan tersendiri. Orang tua bisa mengalami kelelahan, tekanan, atau menghadapi situasi yang memicu emosi. Namun, apa pun kondisinya, kekerasan tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk pendisiplinan anak. Orang tua perlu belajar mengenali emosinya, menenangkan diri ketika mulai kehilangan kendali, dan memilih respons yang tidak melukai anak,” ujar Arifah.
Pada Kamis (22/10/2026), video dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah lift hotel di Alor Setar, Malaysia, viral di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang perempuan diduga menampar dan menarik anak laki-laki dari stroller. Seorang pria yang berada di dekatnya juga terlihat menendang stroller hingga anak tersebut membentur dinding lift.
Narasi yang beredar menyebut insiden bermula ketika dua anak berebut stroller. Pasangan dewasa dalam video itu diduga merupakan orang tua anak dan warga negara Indonesia (WNI) yang sedang berkunjung ke Malaysia.