Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
MK Raih Opini WTP 2025 usai Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK
Ilustrasi gedung MK (IDN Times/Axel Joshua Harianja)
  • MK menerima opini WTP atas Laporan Keuangan tahun 2025 setelah menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.
  • Hingga semester I 2026, MK menindaklanjuti 434 rekomendasi BPK senilai Rp4,49 miliar, dengan persentase 100 persen.
  • BPK merencanakan pemeriksaan kinerja pelayanan perkara PHPU 2024 dan menyoroti tantangan transformasi digital lembaga negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama tindak lanjut rekomendasi BPK?
Vote Now
2025

MK menerima opini WTP atas Laporan Keuangan setelah menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.

semester I 2026

MK telah menindaklanjuti 100 persen atau 434 rekomendasi BPK senilai Rp4,49 miliar. BPK menyampaikan rencana pemeriksaan kinerja pelayanan perkara PHPU 2024 hingga periode ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama tindak lanjut rekomendasi BPK?
Vote Now
  • What?
    MK menerima opini WTP atas Laporan Keuangan tahun 2025 setelah menindaklanjuti rekomendasi pemeriksaan BPK.
  • Who?
    Mahkamah Konstitusi, BPK, dan Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana.
  • Where?
    per saat ini masih belum diketahui
  • When?
    Pada tahun 2025 dan hingga semester I 2026.
  • Why?
    MK menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK sebagai bagian dari perbaikan kelembagaan dan tata kelola.
  • How?
    MK telah menindaklanjuti 100 persen atau 434 rekomendasi BPK dengan nilai mencapai Rp4,49 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama tindak lanjut rekomendasi BPK?
Vote Now

MK mendapat nilai WTP untuk laporan uang tahun 2025. BPK melihat MK sudah menjalankan 434 rekomendasi sampai semester I 2026. Nyoman dari BPK bilang ini menunjukkan MK mau memperbaiki cara kerjanya. BPK juga akan memeriksa layanan perkara PHPU 2024 dan melihat tantangan perubahan digital.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama tindak lanjut rekomendasi BPK?
Vote Now

Penyelesaian seluruh rekomendasi BPK oleh MK memberi ruang bagi hasil pemeriksaan untuk digunakan sebagai pembelajaran organisasi. Rencana pemeriksaan kinerja pelayanan perkara PHPU juga diarahkan pada rekomendasi konstruktif, termasuk efektivitas, efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan peradilan konstitusi. Hal ini selaras dengan penguatan akuntabilitas serta tata kelola pemerintahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama tindak lanjut rekomendasi BPK?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Mahkamah Konstitusi (MK) menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan pada tahun 2025 setelah menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK. Hingga semester I 2026, MK telah menindaklanjuti 100 persen atau 434 rekomendasi BPK dengan nilai mencapai Rp4,49 miliar.

Anggota I BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, menilai penyelesaian seluruh rekomendasi BPK menunjukkan komitmen pimpinan dan seluruh jajaran MK dalam menjadikan hasil pemeriksaan sebagai bagian dari proses perbaikan kelembagaan.

“Capaian tersebut mencerminkan komitmen pimpinan dan seluruh jajaran MK dalam menjadikan hasil pemeriksaan sebagai instrumen pembelajaran organisasi dan perbaikan tata kelola secara berkelanjutan," kata Nyoman dalam keterangan, Jumat (21/8/2026).

"Pada periode yang sama, BPK juga tidak mencatat adanya kasus kerugian negara yang telah ditetapkan pada MK,” imbuhnya.

1. Audit BPK untuk perbaikan di masa depan

Ilustrasi gedung MK (IDN Times/Muhamad Iqbal)

BPK juga menyampaikan rencana pemeriksaan kinerja atas pelayanan peradilan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2024 hingga semester I 2026. Pemeriksaan tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi konstruktif untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan peradilan konstitusi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu dan sistem peradilan konstitusi.

Arah pemeriksaan tersebut memperlihatkan, audit BPK RI tidak hanya ditempatkan sebagai instrumen untuk menilai kepatuhan atas pengelolaan keuangan yang telah berlangsung, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola dan kualitas penyelenggaraan pemerintahan ke depan.

“Audit tidak hanya menilai kepatuhan masa lalu, tetapi juga mengawal terwujudnya masa depan yang lebih baik,” kata Nyoman.

2. Keuangan negara harus beri manfaat nyata

Pelaksana Tugas (Plt) Anggota IV BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana. (Dok. BPK RI).

Nyoman berharap hasil pemeriksaan BPK dapat menjadi rekomendasi konstruktif bagi MK dalam memperkuat tata kelola keuangan negara. Selain itu, BPK juga menekankan satu rupiah dari keuangan negara dapat memberikan manfaat nyata di masyarakat.

"Setiap rupiah yang dikelola tidak hanya dapat dipertanggungjawabkan secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional yang berkelanjutan," kata dia.

3. BPK ungkap transformasi digital belum merata di lembaga negara

Penampakan Gedung BPK Jateng. IDN Times/Fariz Fardianto

Sebelumnya, Nyoman juga mengingatkan bahwa penguatan tata kelola perlu berjalan beriringan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta transformasi menuju Government 5.0. Pemanfaatan kecerdasan buatan, analisis data, dan kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan pengambilan kebijakan.

Transformasi tersebut menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari belum meratanya kematangan transformasi digital, fragmentasi data pemerintah, keterbatasan talenta AI, integritas tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, hingga keamanan siber dan kolaborasi. Karena itu, Government 5.0 membutuhkan pendekatan whole-of-government.

“Kunci dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 adalah bagaimana mengombinasikan Government 5.0 dengan pengelolaan sumber daya yang mengedepankan keberlanjutan melalui prinsip ESG,” kata Nyoman.

Bagi BPK, capaian tersebut tidak hanya menunjukkan penyelesaian administratif atas rekomendasi pemeriksaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan. Nyoman menegaskan pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas tata kelola.

“Pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, pemeriksaan BPK tidak semata menghasilkan opini atas laporan keuangan, melainkan turut memberikan kontribusi dalam memperkuat akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan menuju pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Nyoman.

Selain pemeriksaan laporan keuangan, BPK juga menyampaikan rencana pemeriksaan kinerja atas pelayanan peradilan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2024 hingga semester I 2026. Pemeriksaan tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi konstruktif untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan peradilan konstitusi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu dan sistem peradilan konstitusi.

Arah pemeriksaan tersebut memperlihatkan bahwa audit BPK tidak hanya ditempatkan sebagai instrumen untuk menilai kepatuhan atas pengelolaan keuangan yang telah berlangsung, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola dan kualitas penyelenggaraan pemerintahan ke depan.

“Audit tidak hanya menilai kepatuhan masa lalu, tetapi juga mengawal terwujudnya masa depan yang lebih baik,” tegas Nyoman.

Nyoman berharap hasil pemeriksaan BPK dapat menjadi rekomendasi konstruktif bagi MK dalam memperkuat tata kelola keuangan negara, sehingga setiap rupiah yang dikelola tidak hanya dapat dipertanggungjawabkan secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Pilih pandanganmu soal tindak lanjut rekomendasi BPK

Menurutmu, apa fokus utama tindak lanjut rekomendasi BPK?

See More
Perbaikan tata kelola
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Manfaat nyata bagi masyarakat

Curated For You

Editorial Team

Related Article