Menlu China-Sugiono Bahas Kelanjutan Pembiayaan Kereta Cepat Whoosh

- Indonesia dan China membahas kelanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh, dalam CSD RI-China perdana di Jakarta.
- Pembahasan Whoosh mencakup keberlanjutan pembiayaan dan alternatif peningkatan volume penumpang pada rute Jakarta-Bandung.
- Whoosh masuk agenda kerja sama Belt and Road, bersamaan dengan perdagangan, investasi, energi, mineral, dan kerja sama keuangan.
Jakarta, IDN Times - Indonesia dan China membahas kelanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh dalam pertemuan perdana Dialog Strategis Komprehensif (CSD) RI-China di Jakarta, Jumat (21/8/2026). Pembahasan mencakup keberlanjutan pembiayaan hingga upaya meningkatkan volume penumpang pada rute tersebut.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan, pembahasan mengenai Whoosh menjadi bagian dari pembicaraan mengenai kelanjutan kerja sama Belt and Road Initiative (BRI) antara Indonesia dan China.
“Kami juga membahas mengenai kelanjutan kerja sama Belt and Road termasuk kereta cepat Jakarta-Bandung dengan komitmen bahwa ini adalah sesuatu yang harus terus berlanjut,” kata Sugiono dalam joint press statement bersama Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.
1. RI-China bahas keberlanjutan pembiayaan Whoosh

Pemandangan kereta Whoosh yang sedang parkir di Stasiun Tegalluar. (commons.wikimedia.org/A2613) Sugiono mengatakan, Indonesia dan China sepakat kerja sama terkait Whoosh perlu terus dilanjutkan. Salah satu pembahasan utama adalah memastikan keberlanjutan pembiayaan proyek kereta cepat tersebut.
“Perlu ada keberlanjutan pembiayaan dan termasuk juga alternatif-alternatif peningkatan volume penumpang di rute kereta cepat ini,” ujar Sugiono.
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam keberlanjutan proyek. Karena itu, kedua pihak turut membahas sejumlah alternatif untuk mendorong peningkatan volume penumpang pada rute Jakarta-Bandung.
2. Whoosh masuk agenda kerja sama Belt and Road

Menlu China Wang Yi dalam joint press statement dengan Menlu Sugiono usai Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-China. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan salah satu proyek infrastruktur yang menjadi bagian dari kerja sama Indonesia-China. Proyek tersebut juga menjadi salah satu pembahasan dalam konteks kelanjutan kerja sama and Road kedua negara.
Selain pembahasan Whoosh, agenda ekonomi lain juga dibahas dalam CSD perdana, termasuk perdagangan, investasi, energi, mineral, serta kerja sama keuangan. Sugiono mengatakan, Indonesia dan China juga sepakat meningkatkan kolaborasi di bidang keuangan untuk mendukung proyek-proyek pembangunan prioritas. Kedua negara turut berkomitmen memperkuat transaksi menggunakan mata uang lokal.
3. RI-China dorong perdagangan dan investasi

Menlu China Wang Yi dan Menlu Sugiono dalam joint press statement usai Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-China. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Dalam pertemuan CSD, Sugiono mengatakan, nilai perdagangan Indonesia dan China saat ini mencapai sekitar 167 miliar dolar AS. Namun, menurut dia, angka tersebut masih belum mencerminkan seluruh potensi perdagangan kedua negara.
“Kami juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dalam rangka meningkatkan jumlah dan angka perdagangan tersebut,” kata Sugiono.
Indonesia dan China juga sepakat memfasilitasi perdagangan, termasuk menjajaki perluasan akses pasar bagi komoditas unggulan Indonesia. Sementara itu, Wang Yi menegaskan, China siap memperkuat kerja sama ekonomi dengan Indonesia sebagai bagian dari hubungan strategis kedua negara.
Wang Yi mengatakan, China memandang Indonesia sebagai salah satu mitra penting dalam hubungan luar negerinya. Menurutnya, kedua negara perlu terus memperdalam kerja sama untuk mendukung pembangunan dan modernisasi masing-masing negara.



















