Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 Perwira Remaja TNI-Polri di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Perwira Remaja yang dilantik itu berasal dari bebagai latar belakang keluarga, mulai dari anak TNI hingga kuli bangunan.
Salah satunya Letda Rizky Fadly. Perwira Remaja dari TNI Angkatan Darat (AD) itu merupakan anak pertama dari seorang laki-laki yang bekerja sebagai kuli bangunan.
Sang ayah, Wagiantoro (45) memboyong istri dan anak bungsunya langsung dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Tujuannya satu, menyaksikan anak sulungnya dilantik menjadi perwira oleh Presiden Prabowo.
Usai pelantikan yang berlangsung khidmat itu digelar, mata Wagiantoro tampak berkaca-kaca. Tatapannya memancarkan rasa bangga kepada Rizky yang kini telah berpangkat Letnan Dua TNI.
"Ini anak saya (Letda Rizky). Saya hanya berprofesi sebagai buruh serabutan, kadang kuli bangunan. Alhamdulillah rezeki anak saya bisa jadi perwira hari ini," ujar Wagiantoro sambil menatap anaknya.
Wagiantoro menceritakan, anaknya memang sudah bercita-cita menjadi TNI sejak kecil. Persiapannya bahkan sudah dimulai sejak SMP.
Setelah lulus SMP, Rizky mendaftar ke SMA Taruna dan diterima dengan baik. Dia tak henti memanjatkan syukur karena anaknya kini telah resmi menjadi perwira TNI AD.
"Ya, ini dimulai dari sejak dia SMP, dia ikut masuk tes masuk SMA Taruna Nusantara, alhamdulillah terkabul doa kami dan selanjutnya dia sendiri yang pilih ke akmil dan alhamdulillah juga diterima," kata dia.
Wagiantoro mengatakan, sang istri, Siti Jamilah merupakan sosok yang paling berjasa atas keberhasilan Rizky menjadi perwira TNI.
"Dan dari semua ini ada sosok satu orang yang sangat luar biasa, yaitu istri saya, ibunya. Dia adalah sosok luar biasa yang membantu perjalanan dia (Rizky), serta semuanya juga dari bantuan orang-orang yang bertangan baik yang dikirim oleh Allah kepada saya lewat jalan mereka. Semoga hanya Allah yang bisa membalasnya," ujar dia.
Rizky juga menyampaikan terima kasih kepada kedua orangtuanya. Sebab, meski memiliki keterbatasan ekonomi, keluarganya terus mendukung cita-citanya menjadi seorang TNI.
"Kesan dan pesan saya untuk kedua orangtua saya adalah saya bangga. Apa pun, saya tidak pernah melihat pekerjaan orangtua saya apa dan itu hanya pekerjaan orangtua saya. Selanjutnya saya akan melanjutkan perjuangan dari orangtua saya untuk mengejar kebanggaan sejauh mungkin dan untuk membanggakan kedua orangtua saya dengan kaki tangan saya sendiri," ujar Rizky.
Dalam hati dan ingatan Rizky terpatri pesan dari kedua orang tuanya untuk tidak minder dalam mengejar cita-cita.
"Nasihat utama saya yang saya pegang teguh selama saya menjadi taruna dan sampai sekarang adalah tidak usah menuruti kata-kata minder ataupun menuruti kata-kata gengsi," ucap dia.
