Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nama Ace Hasan hingga Iwan BIN Muncul di Sidang Kuota Haji Yaqut
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, Ace Hasan Syadzily. (IDN Times/Fitang Budhi Adhitia)
  • Nama Ace Hasan dan Iwan BIN muncul dalam persidangan dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama.
  • Abdul Muhyi mengonfirmasi pertanyaan penuntut umum mengenai sejumlah alokasi kuota haji khusus.
  • Empat terdakwa didakwa merugikan negara Rp622.090.207.166,41 dalam perkara dugaan korupsi kuota haji.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah alokasi kuota haji khusus dijelaskan di sidang?
Vote Now
Selasa (8/9/2026)

Penuntut umum memeriksa Abdul Muhyi sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Muhyi mengonfirmasi sejumlah pertanyaan mengenai alokasi kuota haji khusus, termasuk nama Ace Hasan dan Iwan BIN.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah alokasi kuota haji khusus dijelaskan di sidang?
Vote Now
  • What?
    Persidangan dugaan korupsi kuota haji membahas alokasi kuota haji khusus untuk sejumlah nama dan pihak.
  • Who?
    Abdul Muhyi menjadi saksi, sementara nama Ace Hasan, Iwan BIN, Yaqut Cholil Qoumas, Gus Alex, Ismail Adham, dan Asrul Azis Taba disebut.
  • Where?
    Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
  • When?
    Selasa (8/9/2026).
  • Why?
    Penuntut umum mengonfirmasi alokasi kuota haji khusus, termasuk untuk eks staf khusus Yaqut Cholil Qoumas dan pihak lain.
  • How?
    Penuntut umum mengajukan pertanyaan kepada Abdul Muhyi dalam pemeriksaan saksi, lalu Muhyi mengonfirmasi sejumlah alokasi kuota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah alokasi kuota haji khusus dijelaskan di sidang?
Vote Now

Di pengadilan, Pak Abdul Muhyi menjawab pertanyaan tentang kuota haji khusus. Ada nama Pak Ace Hasan dan Pak Iwan BIN yang disebut. Pak Muhyi bilang ia tidak tahu nama lengkap Pak Iwan. Sekarang, ada empat orang yang menjadi terdakwa dalam perkara kuota haji.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah alokasi kuota haji khusus dijelaskan di sidang?
Vote Now

Pemeriksaan Abdul Muhyi di persidangan membuka ruang untuk mengonfirmasi alokasi kuota haji khusus yang dipertanyakan penuntut umum. Keterangan saksi mencakup sejumlah nama, perusahaan travel, asosiasi, dan Komisi VIII DPR RI. Proses ini juga memuat penjelasan Muhyi ketika ia tidak mengetahui nama lengkap Iwan BIN.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah alokasi kuota haji khusus dijelaskan di sidang?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Nama Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Ace Hasan Syadzily hingga sosok bernama Iwan Badan Intelijen Nasional (BIN) muncul dalam persidangan dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama. Politikus Partai Golkar itu diduga turut mendapatkan kuota haji khusus.

Hal itu terungkap dalam pemeriksaan mantan Kepala Seksi (Kasi) Pendaftaran Haji Khusus Abdul Muhyi sebagai saksi.

Awalnya, penuntut umum menanyakan soal alokasi kuota haji khusus untuk eks Staf Khusus Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Isfah Abidal Aziz alias Gus Alex sebanyak 1.260 kuota. Hal itu kemudian dikonfirmasi Muhyi.

“Kemudian Iwan BIN?” kata penuntut di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

“Iya,” jawab Muhyi.

“Untuk siapa itu?” tanya penuntut.

“Pak Iwan BIN,” jawab saksi.

“BIN, Badan Intelijen Negara?”  cecar Penuntut Umum.

“Badan Intelijen Negara,” jawab Muhyi.

“Iwan-nya Iwan siapa namanya?” cecar penuntut.

“Saya tidak tahu lengkapnya,” jawab Muhyi.

Kemudian, penuntut mempertanyakan kuota haji khusus untuk perusahaan travel Pesona Mozaik dan Persada Indonesia hingga Komisaris PT Raudah Eksati Utama, sekaligus Ketua Umum Kesatuan Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Aziz Taba. Hal itu juga dikonfirmasi oleh Muhyi.

“Subdit?” kata penuntut umum.

“Subdit tempat saya,” jawab Muhyi.

“Kemudian Mail?” lanjut penuntut.

“Pak Ismail,” jelas Muhyi.

“Bowo?” tanya penuntut lagi.

“Gus Bowo,” jawab Muhyi.

“Kemudian ini Komisi VIII DPR RI tentunya?” tanya jaksa.

“Iya,” kata Muhyi.

“105 kuota, Pak?” tanya jaksa.

“105,” jawab Muhyi.

“Kemudian 122 ini Iqbal plus KBB?” tanya jaksa.

“KBB itu forum atau asosiasi yang dibentuk pada saat setelah pelunasan, mau pelunasan. Jadi salah satu ini juga, Pak, asosiasi juga. Tapi tidak resmi. Itu gabungan,” kata Muhyi.

“Baik. 793 Budi?” ujar jaksa.

“Itu Himpuh, Pak. Budi Himpuh,” jelas Muhyi.

“Kemudian Farid?” lanjut jaksa.

“Farid Wajdi, Ampuri. Sekjen Ampuri,” kata Muhyi.

Kemudian, penuntut umum mengonfirmasi soal dugaan adanya kuota haji khusus yang dialokasikan untuk Ace Hasan. Hal itu juga dibenarkan oleh Muhyi.

“Kemudian satu Ace Hasan?” tanya jaksa.

“Pak Ace Hasan. Beliau dulu Komisi VIII,” jelas Muhyi.

Terpisah, Ace Hasan membantah telah meminta kuota haji. Ia mengakui ada banyak orang yang meminta tolong padanya karena mengira pimpinan dapat jalur khusus Kemenag, namun ia menegaskan harus sesuai aturan.

"Prinsipnya jelas, kalau memang sudah sesuai nomor urut daftar tunggu, pasti berangkat. Jadi, urusan pencatutan nama untuk jatah pribadi itu sama sekali tidak berdasar," ujarnya.

Diketahui, dalam perkara ini terdapat empat terdakwa yakni Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Staf Khusus Yaqut yang bernama Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex; Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham; dan Ketua Umum Asosiasi Kesthuri yang juga Komisaris PT Raudah Eksati Utama, Asrul Azis Taba.

Mereka didakwa bersama-sama telah merugikan negara Rp622.090.207.166,41 lewat dugaan korupsi kuota haji.

Selain itu, terdapat 26 orang, 313 Penyelenggara Ibadah Haji Khsusus, serta sebuah koperasi yang turut diperkaya.

Pilih pendapatmu soal penjelasan kuota haji

Perlukah alokasi kuota haji khusus dijelaskan di sidang?

See More
Perlu dijelaskan
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak perlu dijelaskan

Editorial Team

Related Article