Yusril: Saya Tidak Menulis Buku Islam ala Prabowo

- Yusril Ihza Mahendra membantah menulis, menentukan judul, menggagas, atau membiayai buku “Islam ala Prabowo”.
- Ia menyebut keterlibatannya hanya sebagai narasumber wawancara dan tidak melihat transkrip maupun naskah sebelum buku diterbitkan.
- Buku tersebut diluncurkan pada rangkaian Rakornas BAZNAS 2025 dan disebut diinisiasi Ahmad Muzani bersama KH Anwar Iskandar.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, membantah bahwa dirinya penulis atau pihak yang menentukan judul buku 'Islam ala Prabowo.'
“Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya. Setelah wawancara selesai, saya tidak pernah melihat transkrip maupun naskah hasil wawancara sampai buku tersebut diterbitkan. Setelah saya baca sekarang, saya melihat sebagian besar apa yang saya sampaikan telah dituangkan dengan cukup baik,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
1. Yusril tak pernah dilibatkan soal judul

Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (IDN Times/Trio Hamdani) Yusril mengatakan, persoalan yang ramai diperdebatkan tentang buku tersebut saat ini lebih banyak muncul karena judul buku yang dipilih. Dia mengaku tidak pernah diajak membahas maupun dimintai pendapat mengenai penggunaan judul tersebut.
“Kalau saya ditanya mengenai judulnya, saya tidak tahu karena memang tidak pernah diajak membicarakannya. Kalau judulnya misalnya ‘Prabowo dan Islam,’ menurut saya akan lebih mudah dipahami sebagai pembahasan mengenai hubungan Prabowo dengan Islam,” ujar Yusril.
2. Kritik publik dinilai hanya berhenti di judul

Buku Islam ala Prabowo. (gramedia.com) Menurut Yusril, perdebatan yang muncul menunjukkan kebiasaan masyarakat yang kerap memberikan penilaian hanya berdasarkan judul tanpa membaca isi buku secara utuh. Dia mengingatkan agar penilaian tidak dilepaskan dari substansi karya tersebut.
“Sekarang orang cenderung tidak sabar membaca buku yang cukup panjang. Judulnya dibaca, lalu dianggap sudah mewakili seluruh isi buku. Setelah itu orang memberikan penilaian berdasarkan sudut pandangnya sendiri, bahkan tidak jarang berdasarkan kepentingannya sendiri,” kata Yusril.
3. Yusril bantah jadi sponsor dan inisiator

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta (dok. Sekretariat Presiden) Selain membantah sebagai penulis, Yusril juga menyatakan tidak memiliki peran dalam menggagas maupun membiayai penerbitan buku tersebut. Dia mengatakan, keterlibatannya hanya sebatas memberikan keterangan sebagai narasumber.
“Posisi saya dalam buku itu jelas sebagai orang yang diwawancarai. Saya bukan sponsor dan bukan pula orang yang menginisiasi penerbitannya,” kata dia.
Meski demikian, kata Yusril, pandangan yang dimuat dari hasil wawancaranya merupakan pandangan pribadi yang siap dipertanggungjawabkan secara akademik.
“Bagi saya yang penting adalah apa yang saya sampaikan dalam wawancara itu memang merupakan pandangan saya. Saya tidak keberatan pandangan tersebut dimuat dan saya siap mempertanggungjawabkannya secara akademik,” kata Yusril.
Buku 'Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam' diluncurkan dalam rangkaian Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta pada 26 Agustus 2025.
Berdasarkan keterangan BAZNAS dan pemberitaan mengenai peluncurannya, penulisan buku tersebut diinisiasi Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Ketua MUI KH Anwar Iskandar.




















