Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Dimintai tanggapannya terkait pernyataan PDIP, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa dana MBG seperti yang sudah dijelaskan oleh Presiden Prabowo merupakan dana dari hasil efisiensi anggaran yang dapat diefisienkan seperti ATK dan perjalanan dinas dalam dan luar negeri.
Dadan juga menyebutkan, secara faktual dana pendidikan baik di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, maupun Kementrian Riset, Sain, dan Pendidikan Tinggi mengalami kenaikan.
Adapun dalam struktur, kata Dadan, dana BGN terbagi 3 yakni:
1. Pendidikan
2. Kesehatan
3. Ekonomi
"Ditambah dengan cadangan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN). Jadi klasifikasi ini dibuat agar sesuai dengan target penerima manfaat atau Rincian Output (RO) yang dilayani oleh BGN," jelas Dadan kepada IDN Times, Kamis (26/2/2026).
Adapun klasifikasi tersebut, yakni:
1. Anak Sekolah Umum dan Keagaman masuk dalam Kategori Pendidikan
2. Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Anak Balita masuk dalam kategori Kesehatan
3. Lainnya termasuk Dukungan Manajemen masuk dalam kategori Ekonomi
4. Untuk Cadangan ada di Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN).
Secara terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti telah memastikan bahwa Anggaran Pendidikan tahun 2026 naik dan tidak berkurang sepeser pun.
Mu’ti juga menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sama sekali tidak memangkas anggaran pendidikan.
“Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Makanya Kemendikdasmen mengajukan ABT (Anggaran Biaya Tambahan),” kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).
Mu’ti lalu membandingkan beberapa anggaran besar di Kemendikdasmen tahun 2025 dan tahun 2026. Tahun 2025 Kemendikdasmen mendapat alokasi Rp16,9 triliun untuk revitalisasi Satuan Pendidikan, yang diterapkan untuk 16.176 Satuan Pendidikan. Saat ini Satuan Pendidikan yang sudah selesai pembangunannya hingga 100 persen, sudah mencapai 93 persen
Program kedua adalah Program Digitalisasi. Kemendikdasmen telah memberikan bantuan Interaktif Flat Panel (IFP) atau PID (Panel Interaktif Digital) untuk 288.860 Satuan Pendidikan. IFP adalah teknologi pembelajaran interaktif yang digunakan untuk menulis, menggambar, berkolaborasi, serta terintegrasi dengan LMS dan sumber belajar digital.