Kolombia Tuding Presiden Ekuador Ikut Campur soal Pilpres

- Kemlu Kolombia menuduh Presiden Ekuador Daniel Noboa ikut campur dalam pilpres dengan janji mencabut tarif impor produk Kolombia jika Abelardo de la Espriella menang.
- Noboa mengaku memiliki visi sejalan dengan De la Espriella untuk melawan penyelundupan narkoba dan memperkuat penjagaan perbatasan, meski langkahnya menuai kritik internasional.
- De la Espriella berjanji akan mengunjungi Noboa di perbatasan bila terpilih sebagai presiden guna mempererat kerja sama bilateral, sementara elektabilitasnya berada di posisi kedua.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kolombia menuding Presiden Ekuador, Daniel Noboa mengintervensi langsung pemilihan presiden (pilpres) di negaranya. Ia menjanjikan menarik tarif produk impor asal Kolombia jika Calon Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella menang.
“Kolombia menolak informasi menyimpang soal keputusan penarikan tarif sepihak dari Noboa. Ini adalah bentuk ikut campur proses demokratik di Kolombia dan mengintervensi urusan dalam negeri negara berdaulat,” tuturnya, dikutip dari BBC, Senin (1/6/2026).
Sejak Januari, hubungan Kolombia dan Ekuador terus memanas. Kedua negara sudah terlibat perang dagang imbas tuduhan Ekuador bahwa Kolombia tidak serius dalam memberantas penyelundupan narkoba.
1. Noboa akan menarik tarif impor produk Kolombia mulai 1 Juni 2026

Noboa mengadakan dialog dengan De la Espriella sebelum penyelenggaraan pilpres Kolombia. Dalam kesempatan itu, Noboa menyebut akan menarik tarif impor barang asal Kolombia mulai 1 Juni 2026 dan meningkatkan hubungan dagang.
“Kami sudah mencapai kesepakatan dengan Abelardo de la Espriella untuk memperkuat perdagangan, energi, dan keamanan. Kesepakatan ini akan menguntungkan kedua negara,” ungkap Noboa, dilansir EFE.
Presiden Ekuador itu menyebut bahwa De la Espriella setuju menyerahkan anggota geng kriminal Ekuador yang berada di Kolombia. Sementara De la Espriella dikenal sebagai politikus sayap kanan di Kolombia.
2. Noboa sebut memiliki visi yang sama dengan De la Espriella

Menanggapi kritik soal negosiasi dengan De la Espriella menjelang pilpres, Noboa menyebut ia memiliki visi yang sama dengan kandidat presiden sayap kanan Kolombia tersebut. Keduanya memiliki tujuan untuk melawan penyelundupan narkoba dan memperkuat mekanisme penjagaan perbatasan.
Sementara itu, intervensi semacam ini sudah umum dalam pilpres di Amerika Latin menyusul langkah dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Intervensi semacam ini menyusul maraknya gelombang konservatif populisme di Benua Amerika.
3. De la Espriella akan mengunjungi Noboa di perbatasan jika terpilih

Pada saat yang sama, De la Espriella mengatakan jika terpilih sebagai presiden di Kolombia ia akan mengunjungi Noboa di perbatasan. Ia akan meningkatkan hubungan bilateral dan memperkuat kerja sama antara kedua negara.
Berdasarkan hasil survei elektabilitas, De la Espriella berada di posisi kedua di bawah calon sayap kiri, Ivan Cepeda yang didukung oleh Presiden Kolombia, Gustavo Petro. Namun, ia berada di atas calon lainnya, Uribista Paloma Valencia di posisi ketiga.



















