Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral BRIN, Setwapres dan Polri Salah Posting Sayap Garuda Pancasila

Viral BRIN, Setwapres dan Polri Salah Posting Sayap Garuda Pancasila
ilustrasi Garuda Pancasila (IDN Times/Abraham Herdyanto)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Sejumlah lembaga negara seperti BRIN, Setwapres, dan Polri dikritik warganet karena salah menampilkan jumlah bulu pada lambang Garuda Pancasila saat memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.
  • BRIN telah meminta maaf dan menghapus unggahan yang keliru, sementara Setwapres dan Polri belum memberikan penjelasan meski postingan mereka juga menunjukkan kesalahan serupa pada detail sayap Garuda.
  • Lambang Garuda Pancasila memiliki makna filosofis mendalam, di mana jumlah bulunya melambangkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 serta mencerminkan kekuatan dan cita-cita bangsa Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Warganet di jejaring media sosial dihebohkan dengan sejumlah postingan di akun resmi milik lembaga negara, di antaranya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), dan Polri.

Unggahan itu dalam rangka ucapan memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Senin (1/6/2026). Warganet menyoroti kesalahan gambar lambang Garuda Pancasila yang dipasang dalam postingan tersebut, yang ternyata jumlah helai bulu sayapnya keliru dan tidak sesuai dengan pedoman yang ada.

Publik pun menduga, postingan itu dibuat sembarangan dengan menggunakan Akal Imitasi atau Artificial Intelligence (AI), tanpa memeriksa kembali hasilnya.

1. Postingan BRIN: jumlah helai bulu sayap kiri dan kanan burung Garuda berbeda

BRIN sendiri membuat postingan dengan menyertakan lambang burung Garuda Pancasila, dengan jumlah bulu sayap kiri hanya 16 helai, sayap kanan 15 helai, dan ekor 7 helai.

"Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga sumber inspirasi dalam membangun masa depan bangsa melalui riset dan inovasi," tulis caption pada postingan di akun X (Twitter), @brin_indonesia.

Namun unggahan tersebut saat ini sudah tidak dapat diakses dan dilihat lagi. BRIN pun menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang terjadi.

"PERMOHONAN MAAF. BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan. Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang," tulis BRIN dalam postingan lainnya.

"Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki. Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN," sambung keterangan tersebut.

2. Postingan Setwapres di Instagram juga salah, jumlah sayap Garuda 18 helai

Hal serupa juga terjadi dipostingan Instagram akun @setwapres.ri yang mengunggah sosok Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka bersama anak-anak dengan pakaian khas adat dari berbagai daerah, lengkap dengan lambang Garuda Pancasila.

Jumlah helai bulu sayap pada lambang Garuda Pancasila yang diunggah kali ini justru kelebihan. Total ada 18 helai di bagian kiri maupun kanan.

"Sayapnya 18 helai! Walah gimana nih Mas Wapres," tulis sebuah akun sembari membagikan tangkapan layar postingan yang dimaksud.

Saat ditelusuri, unggahan itu tak terlihat lagi di akun Instagram resmi milik Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres). Tak ada penjelasan lebih lanjut maupun permohonan maaf yang disampaikan.

3. Lambang Garuda Pancasila yang diunggah Divisi Humas Polri: Sayap kiri 15 helai, kanan 18 helai, dan ekor 10 helai

Sementara, postingan di akun Instagram dan X resmi milik Divisi Humas Polri menampilkan lambang Garuda Pancasila dengan bulu sayap kiri 15 helai, sayap kanan 18 helai, dan ekor 10 helai.

Padahal akun tersebut membagikan infografis mengenai filosofi lambang Garuda Pancasila lengkap dengan makna jumlah bulu garuda. Penjelasan yang dimuat sesuai, namun bentuk Garuda Pancasila keliru.

Hingga tulisan ini dimuat postingan tersebut masih bisa diakses dan dilihat di akun medsos resmi Divisi Humas Polri. Netizen pun membanjiri kolom komentar.

"Halo @divisihumaspolri kenapa itu jumlah helai bulu ekornya 10 trus sayap kirinva helai bulunya 18 yg kanan 15?," komentar sebuah akun.

"Pasal 68 UU No. 24 Tahun 2009, Menggunakan Lambang Negara yang rusak/tidak sesuai aturan: Dipidana dengan penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah)," timpal akun lainnya.

"Pak. Bisa-bisanya lambang begara berubah. Ini bisa masuk merusak/ridak sesuai aturan kan? Bisa pidana ini mah. Dari media sampai atasan harusnya kena sih ini," kata seorang warganet.

4. Lambang Garuda Pancasila identitas bangsa yang sarat makna filosofis

Perjalanan lambang Garuda Pancasila (instagram.com/dprd.jombang)
Perjalanan lambang Garuda Pancasila (instagram.com/dprd.jombang)

Sebagaimana diketahui, lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila, bukan hanya simbol identitas bangsa. Setiap bagian pada burung Garuda memiliki makna filosofis yang mendalam, termasuk jumlah bulu yang melekat pada sayap, leher, dan ekornya. Menariknya, jumlah bulu tersebut dirancang secara khusus untuk mengabadikan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Indonesia, yakni Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Pada masing-masing sayap kiri dan kanan terdapat 17 helai bulu yang melambangkan tanggal 17. Kemudian, pada bagian ekor terdapat 8 helai bulu yang merepresentasikan bulan Agustus, bulan kedelapan dalam kalender Masehi. Sementara itu, di bagian pangkal ekor terdapat 19 helai bulu dan pada leher terdapat 45 helai bulu. Jika digabungkan, angka-angka tersebut membentuk 17-8-1945, yakni tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain jumlahnya yang sarat makna historis, bulu-bulu pada Garuda juga menjadi bagian dari simbol kekuatan. Paruh, sayap, cakar, dan ekor Garuda menggambarkan tenaga, keberanian, serta kemampuan bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan menjaga kedaulatan negara.

Warna emas yang mendominasi tubuh Garuda juga melambangkan keagungan, kemuliaan, dan kejayaan bangsa Indonesia. Karena itu, Garuda Pancasila tidak hanya merepresentasikan kekuatan fisik, tetapi juga cita-cita luhur yang ingin diwujudkan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Filosofi Garuda Pancasila tidak berhenti pada jumlah bulu. Di dada Garuda terdapat perisai yang memuat lima lambang sila Pancasila sebagai dasar negara. Sementara itu, cakar Garuda mencengkeram pita bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika" yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More