Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Armenia Setuju Kerja Sama dengan AS, Apa Saja?

Armenia Setuju Kerja Sama dengan AS, Apa Saja?
ilustrasi bendera Armenia (unsplash.com/captoprisko)
Intinya Sih
  • Armenia dan AS menandatangani kerja sama mineral serta koridor transit TRIPP, memberi hak pengelolaan infrastruktur kepada AS selama 49 tahun untuk mendorong pembangunan ekonomi Armenia.
  • Rusia mempertanyakan masa depan Armenia di Uni Ekonomi Eurasia dan berencana membahas konsekuensi politik serta ekonomi keluarnya Armenia bersama negara anggota lainnya.
  • Sebagai respons ketegangan diplomatik, Rusia membatasi impor bunga dari Armenia dengan menerapkan syarat karantina ketat pada produk pertanian asal negara tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Armenia, Ararat Mirzoyan dan Menlu Amerika Serikat (AS), Marco Rubio resmi menyetujui kerja sama mineral dan koridor transit. Langkah ini dilakukan hanya 2 pekan sebelum dimulainya pemilihan umum (pemilu) parlementer dan ancaman Rusia. 

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Rusia dan Armenia terus merenggang menyusul pecahnya konflik dengan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. Alhasil, Armenia terus mendekat diri ke Uni Eropa (UE) dan AS. 

1. Armenia setuju buka koridor transit untuk Azerbaijan

Dengan perjanjian ini, Armenia menyetujui rencana Trump Route for International Peace and Prosperity (TRIPP). Perjanjian itu memperbolehkan AS untuk mengatur jalur kereta api, jalan, dan jalur suplai energi di Armenia selam setidaknya 49 tahun. 

AS akan memiliki 74 persen dari TRIPP Development Company (TDC). Sedangkan Armenia juga memberikan perusahaan itu hak untuk mengelola lahan, pembangunan, dan sejumlah hak lainnya. 

“Perjanjian ini menandai langkah besar untuk menjadikan rute bersejarah menjadi kenyataan. Dengan ini diharapkan akan meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan di Armenia,” tutur Rubio, dikutip dari RFE/RL, Rabu (27/5/2026). 

2. Rusia pertanyakan masa depan Armenia di UEE

Pada saat yang sama, Rusia mempertanyakan masa depan Armenia dalam Uni Ekonomi Eurasia (UEE). Moskow menyebut bahwa keanggotaan Armenia dana UEE sangat penting bagi ekonomi negara Kaukasus Selatan tersebut. 

“Pemimpin Rusia akan mendiskusikan dengan Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan soal konsekuensi keluarnya Armenia dalam UEE dan prospek hubungan dengan Yerevan di masa yang akan datang,” terang Penasehat Kebijakan Luar Negeri Rusia, Yury Ushakov, dikutip dari The Moscow Times

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan akan berkunjung ke Kazakhstan pada Rabu. Kunjungan selama 3 hari tersebut akan membahas soal keanggotaan Armenia di UEE. 

3. Rusia batasi impor bunga dari Armenia

Pekan lalu, Pengawas Pertanian Rusia (Rosselkhoznadzor) sudah menetapkan pembatasan impor bunga dari Armenia. Keputusan ini mengenai tingginya tensi antara Rusia dan Armenia dalam beberapa bulan terakhir. 

Pembatasan ini berupa syarat wajib karantina untuk bunga impor dari sejumlah pertanian bunga di Armenia. Kebijakan ini akan tetap berlaku selama diberlakukannya inspeksi sanitasi ladang bunga di Armenia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More