Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemprov DKI Pastikan 29 Pelajar Dikirim Ke Barak Ikut Demo 27 Agustus
Sekelompok pelajar sekolah ikut ramaikan demo di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Pemprov DKI memastikan 29 pelajar Jakarta yang terjaring Polda Metro Jaya saat demo 27 Agustus 2026 mengikuti program Korps Kadet Republik Indonesia.
  • Program ini menindaklanjuti surat Polda Metro Jaya dan dikoordinasikan bersama Kementerian Pertahanan serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Peserta dari jenjang SD hingga PKBM/SKB menjalani pembekalan Bela Negara di Standby Force TNI, Citeureup, Bogor, pada 5–14 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
27 Agustus 2026

Sebanyak 29 pelajar DKI Jakarta terjaring Polda Metro Jaya saat mengikuti aksi unjuk rasa.

2 September 2026

Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya menerbitkan surat yang menjadi tindak lanjut pembekalan bagi pelajar yang terjaring.

5 sampai 14 September 2026

Sebanyak 29 pelajar mengikuti Pembekalan Bela Negara melalui program KKRI di barak Standby Force TNI, Citeureup, Kabupaten Bogor.

Rabu (9/9/2026)

Pemprov DKI memastikan 29 pelajar yang terjaring dalam aksi unjuk rasa dikirim mengikuti pembekalan Bela Negara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 29 pelajar asal DKI Jakarta mengikuti Pembekalan Bela Negara melalui program Korps Kadet Republik Indonesia setelah terjaring dalam aksi unjuk rasa 27 Agustus 2026.
  • Who?
    29 murid dari SD, SMP, SMA, SMK, PKBM, dan SKB di DKI Jakarta; Polda Metro Jaya; Pemprov DKI Jakarta; Kementerian Pertahanan; serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terlibat dalam kegiatan ini.
  • Where?
    Pembekalan berlangsung di barak Standby Force TNI di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Para pelajar sebelumnya terjaring Polda Metro Jaya saat unjuk rasa.
  • When?
    Unjuk rasa terjadi pada 27 Agustus 2026. Surat Polda Metro Jaya bertanggal 2 September 2026, sedangkan pembekalan berlangsung 5–14 September 2026.
  • Why?
    Kegiatan dijalankan sebagai tindak lanjut koordinasi Polda Metro Jaya dan Kementerian Pertahanan terhadap anak berhadapan dengan hukum yang terjaring saat unjuk rasa.
  • How?
    Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan melalui program KKRI. Pembekalan Bela Negara kemudian dilaksanakan sebagai kolaborasi lintas sektor yang dikoordinasikan Kemhan bersama Kemendikdasmen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebanyak 29 murid dari Jakarta ikut demo pada 27 Agustus 2026 dan dibawa polisi. Lalu mereka dikirim ke barak TNI di Citeureup, Bogor. Mereka belajar bela negara dari 5 sampai 14 September. Murid-murid ini dari SD sampai sekolah lain. Kegiatan ini dibuat bersama polisi, Kemhan, dan Kemendikdasmen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan terhadap 29 pelajar ini memperlihatkan adanya koordinasi antarlembaga dalam menyediakan pembekalan yang terstruktur. Kolaborasi Polda Metro Jaya, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberi ruang bagi peserta dari beragam jenjang pendidikan untuk mengikuti program bersama selama periode yang telah ditetapkan, dengan pendampingan melalui KKRI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pemprov DKI memastikan sebanyak 29 murid asal DKI Jakarta yang mengikuti Pembekalan Bela Negara melalui program Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) dikarenakan terjaring Polda Metro Jaya dalam aksi unjuk rasa pada 27 Agustus 2026.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim atau Chico Hakim, mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Metro Jaya Nomor B/397/IX/OTL.4./2026/Ditres PPA dan PPO tanggal 2 September 2026.

"Koordinasi antara Polda Metro Jaya dengan Kementerian Pertahanan melalui program Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) terhadap Anak berhadapan dengan Hukum (ABH) yang terjaring oleh Polda Metro Jaya saat unjuk rasa 27 Agustus," ujar Chico saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Para peserta kemudian mengikuti pembekalan Bela Negara di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor yang dikoordinasikan Kemhan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Berdasarkan daftar peserta, 29 murid tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, hingga PKBM dan SKB. Salah satunya tercatat sebagai siswa SD Tanah Tinggi 06 Jakarta Pusat.

Pembekalan Bela Negara yang diikuti 29 pelajar ke barak militer yang berada di Standby Force Tentara Nasional Indonesia (TNI), Citeureup, Kabupaten Bogor pada 5 sampai 14 September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article