Jakarta, IDN Times - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara soal peta satelit sulfur dioksida (SO2) berwarna merah yang viral di media sosial, usai erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4-6 September 2026.
Badan Geologi menyebut warna merah pada peta tersebut bukan indikator udara di Jakarta dan sekitarnya berbahaya jika sampai dihirup warga.
Dalam unggahan di akun X resminya, Badan Geologi menyebut isu gas SO2 yang beredar di media sosial sempat menimbulkan keresahan masyarakat.
"Selain abu vulkanik dan lontaran batu pijar, erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda juga mengeluarkan gas SO2, informasi yang beredar di jagat media sosial terkait gas SO2 turut menimbulkan keresahan bagi masyarakat," tulis Badan Geologi di X, dikutip Senin (7/9/2026).
